CHATBOX

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!
Get your own Chat Box! Go Large!
Indonesian Radio Online
http://www.focus.co.id/images/yahoo-icon.png

01 Februari, 2009

Asam Basa

BAB I
Asam Basa Arhenius

A. Asam Basa Arhenius
Menurut Svante Arrhenius : asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H+, sedangkan basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ioh OH-.
Asam merupakan senyawa yang dapat menghasilkan ion Hidrogen (H+), larutan asam mempunyai rasa asam dan bersifat korosif, basa merupakan suatu senyawa yang dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-), bila dilarutkan dalam air larutan basa mempunyai rasa agak pahit dan bersifat kaustik. Asam dan Basa suatu larutan dapat di tentukan dengan mempergunakan suatu indikator. S.P.L.Sorensen pada tahun 1909 menggunakan skala untuk menyatakan konsentrasi H+ suatu larutan, skala tersebut dikenal dengan istilah pH.
Svante August Arrhenius pada tahun 1887 menyatakan bahwa: " Molekul-molekul elektrolit selalu menghasilkan ion-ion negatif dan positif jika dilarutkan dalam air". Selanjutnya pada tahun 1900 ia mengemukakan teori yang dikenal sampai sekarang yaitu Teori Asam Basa Arhenius :
"Asam merupakan suatu senyawa yang dapat menghasilkan ion Hidrogen (H+) bila dilarutkan dalam air. Basa merupakan suatu senyawa yang dapat memberikan ion Hidroksida (OH-) bila dilarutkan dalam air".
A.1. ASAM
Asam Nitrat dalam Air :
HNO¬3¬ (aq) H+ (aq) + NO3-3 (aq)
Asam Klorida dalam air :
HCl (aq) H+ (aq) + Cl- (aq)
Setiap molekul HNO3 dan HCl hanya dapat menghasilkan 1 ion H+ disebut valensi asam. Asam semaca, ini disebut juga asam monoprotik.Asam yang setiap molekulnya dapat menghasilkan 2 ion H+ disebut asam diprotik, menghasilkan 3 ion H+ disebut asam triprotik. asam diprotik dan triprotik dikelompokkan ke dalam asam poliprotik.

A.2. BASA
Pada kimia modern basa dapat menghasilkan ion Hidroksida (OH-) dengan 2 cara :
pertama, senyawa basa dalam pelarut air menghasilkan ion hidroksida (OH-) secara langsung :
NaOH (aq) Na+ (aq) + OH- (aq)
kedua, senyawa basa yang bereaksi dengan air menghasilkan ion hidroksida(OH-)
NH3 (aq) + H2O (l) NH4+ (aq) + OH - (aq)

untuk menunjukkan sifat basanya , larutan NH3 sering dituilis NH4OH. Jumlah ion OH- yang dapat dihasilkan oleh suatu molekul basa disebut valensi basa.
B. Indikator-Pendeteksian Titik Akhir Titrasi
Titik akhir titrasi adalah keadaan dimana reaksi telah berjalan dengan sempurna yang biasanya ditandai dengan pengamatan visual melalui perubahan warna indikator. Indikator yang digunakan pada titrasi asam basa adalah asam lemah atau basa lemah. Asam lemah dan basa lemah ini umumnya senyawa organik yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi yang mengkontribusi perubahan warna pada indikator tersebut. Jumlah indikator yang ditambahkan kedalam larutan yang akan dititrasi harus sesedikit mungkin, sehingga indikator tidak mempengaruhi pH larutan dengan demikian jumlah titrant yang diperlukan untuk terjadi perubahan warna juga seminimal mungkin. Umumnya dua atau tiga tetes larutan indikator 0.1%(b/v) diperlukan untuk keperluan titrasi. Dua tetes (0.1 mL) indikator (0.1% dengan berat formula 100) adalah sama dengan 0.01 mL larutan titrant dengan konsentrasi 0.1 M.
Berikut adalah contoh perubahan warna pada beberapa indikator asam basa.
Methyl violet kuning-violet
Bromphenol Biru kuning-biru
Methyl Orange merah-kuning
Methyl Merah merah kuning
Bromcresol Hijau kuning-biru
Methyl Ungu ungu-hijau
Bromothymol Biru kuning-biru
Phenolphthalein tak berwarna-merah ke unguan
Thymolphthalein tak berwarna-biru
Alizarin Yellow R kuning-merah
Indikator asam basa akan memiliki warna yang berbeda dalam keadaan tak terionisasi dengan keadaan terionisasi. Sebagai contoh untuk indikator phenolphthalein (pp) seperti diatas dalam keadaan tidak terionisasi (dalam larutan asam) tidak akan berwarna (colorless) dan akan berwarna merah keunguan dalam keadaan terionisasi ( dalam larutan basa). Warna yang akan teramati pada penentuan titik akhir titrasi adalah warna indikator dalam keadaan transisinya. Untuk indikator pp karena indikator ini bertransisi dari takberwarna menjadi merah keungguan maka yang teramati untuk titik akhir titrasi adalah warna merah muda (perhatikan warna larutan dalam gambar diatas), untuk contoh yang lain adalah methyl merah karena dia bertransisi dari merah ke kuning, maka bila indikator ini dipakai dalam titrasi maka pada titik akhir titrasi warna yang teramati adalah campuran merah dengan kuning yaitu menghasilkan warna orange

BAB II
Sifat larutan garam

A. Sifat larutan garam

Asam pembentuk Basa pembentuk Sifat larutan Contoh
Kuat Kuat Netral NaCl, K2SO4
Kuat Lemah Asam NH4Cl, AlCl3
Lemah Kuat Basa NaCH3COO, KCN
Lemah Lemah Bergantung pada kekuatan relatif asam & basa (NH4)2CO3
Beberapa jenis garam mengalami hidrolisis dalam air antara lain,
B Hidrolisis garam dari asam kuat dan basa lemah
mengalami hidrolisis parsial dalam air
LX+H2O LOH+HX
NH4Cl (aq) NH4+ (aq) + Cl- (aq)
Dalam larutan, NH4Cl terion sempurna menjadi NH4+ dan Cl-. NH4+ merupakan asam konjugasi dari basa lemah NH3, dapat memberikan proton kepada air,
NH4+ (aq) + H2O (l) NH3 (aq) + (H3O)+
Misalnya, 0.1 M NH4Cl memiliki Kb 1.8 x 10-5 , nilai pH-nya dapat direntukan dengan cara;
NH4Cl (aq) NH4+ (aq) + Cl- (aq)
NH4+ (aq) + H2O (l) NH3 (aq) + (H3O)+
[H+]=
[H+]= = 7.5 x 10-6
pH=5.1


C. Hidrolisis garam dari asam lemah dan basa kuat
mengalami hidrolisis parsial dalam air
MZ+H2O MOH+HZ
NaCH3COO(aq)→ Na+(aq) + CH3COO-(aq)
Dalam air, NaCH3COO terion sempurna menjadi Na+ dan CH3COO-
M+ + Z- + H2O HZ+ M++ OH-
CH3COO- (aq) + H2O(l) CH3COOH (aq) + OH- (aq)
CH3COO- berasal dari asam lemah (CH3COOH)
[OH-]=


Contohya,
Dicari pH Ca(CH3COO)2 0.1Mdengan Ka CH3COOH 1.8 x 10-5
Ca(CH3COO)2(aq ) Ca2+(aq) + CH3COO-(aq)
0.1M 0.1M 0.2M
[OH-]= = =1.05 x 10-5
pOH=-log 1.05 x 10-5=5- log 1.05
pH=14-pOH= 14- (5- log 1.05)= 9.02

D. Hidrolisis garam dari asam lemah dan basa lemah
mengalami hidrolisis total dalam air.
LZ+H2O LOH+HZ
NH4 CH3COO(aq) NH4+ (aq) + CH3COO-(aq)
L+ + Z- + H2O LOH+ HZ
NH4+ (aq) + H2O (l) NH3 (aq) + (H3O)+
CH3COO- (aq) + H2O(l) CH3COOH (aq) + OH- (aq)
[H+]=
[OH-]=


DAFTAR PUSTAKA

- www.adrichemy.com
- belajarkimia.com/category/
- inirezha.blogspot.com
- Garland by Steven Wittens and Stefan Nagtegaa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar