CHATBOX

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!
Get your own Chat Box! Go Large!
Indonesian Radio Online
http://www.focus.co.id/images/yahoo-icon.png

04 Februari, 2009

Zat (Fisika)

Pengertian dan Definisi Unsur, Senyawa dan Campuran Pada Zat Disertai Contoh - Penjelasan Zat dan Wujudnya - Ilmu Sains Fisika

Zat Adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Zat bisa berupa zat padat, zat cair dan zat gas. Zat berdasarkan kemurniannya dapat dibagi lagi menjadi tiga, yaitu :
A. Unsur
Unsur adalah suatu zat yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil.
Contoh unsur :
- Unsur Emas / Au (Aurum)
- Unsur Nitrogen / N
- Unsur Platina / Pt
- Unsur Karbon / Carbon / C
B. Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait-mengait.
Contoh Senyawa :
- Senyawa Oksigen / O2
- Senyawa Air / H2O
- Senyawa Alkohol / C2 H5 OH
- Senyawa Garam Dapur / NaCl


C. Campuran
Campuran adalah zat yang tersusun dari beberapa zat yang lain jenis dan tidak tetap susunannya dari unsur dan senyawa.
Contoh Campuran :
- Udara
- Tanah
- Air
Tambahan Daftar Istilah / Pengertian / Definisi :
- Pengertian Atom adalah unsur yang merupakan unsur yang terkecil dari suatu zat.
- Pengertian Molekul adalah gabungan dari atom-atom unsur yang berbeda

ZAT
Zat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Maksud dari menempati ruang disini adalah memiliki volume. Zat secara umum dibagi menjadi tiga antara lain zat padat, zat gas dan zat cair. Tetapi karena didunianya ini sebenarnya pembagian tersebut tidak cukup untuk menggolongkan macam-macam zat. Pembahasan selanjutnya akan dibahas lebih detail pada pelajaran kimia. Pelajaran kimia sendiri akan dibahas di kelas 10 sampai dengan kelas 13
Zat Padat
Benda dikatakan termasuk zat padat bila memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
• Jarak antar partikelnya sangat rapat
• Gaya tarik antar partikelnya sangat kuat
• Bentuknya tetap
• Volumenya tetap
Karena gaya tarik antar partikel pada zat padat sangat kuat maka bentuk zat padat cenderung tetap bila tidak ada gaya atau reaksinya yang mempengaruhinya. Contoh zat padat adalah batu, kayu, besi dll.
Z at Cair
Ciri-ciri zat cair adalah sebagai berikut :
• Jarak antar partikelnya agak renggang
• Gaya tarik antar partikelnya agak kuat
• Volumenya tetap
• Bentuknya berubah
Gaya tarik antar partikel zat cair agak kuat artinya lebih lemah dibanding dengan gaya tarik pada partikel zat padat. Agak lemahnya gaya tarik ini mengakibatkan bentuk zat cair dapat berubah-ubah sesuai dengan tempatnya (wadahnya).
Zat Gas
Zat gas mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
• Jarak antar partikelnya sangat renggang
• Gaya tarik antar partikelnya sangat lemah
• Volumenya berubah
• Bentuknya berubah
Lemahnya gaya tarik menarik antar partikel pada zat gas menyababkan bentuk dan volume zat gas selalu berubah sesuai dengan ruang yang ditempatinya. Yang menjadi ciri khas suatu zat sehinggaa dapat membedakan dari satu zat dengan zat lain adalah massa jenis.


MASSA JENIS
Massa jenis adalah perbandingan antara besarnya massa suatu zat dengan volume zat tersebut. Setiap zat mempunyai massa jenis yang berbeda-beda. Massa jenis zat tidak dipengaruhi oleh bentuk benda. Walaupun bentuk benda berbeda-beda selama terbuat dari jenis bahan yang sama maka massa jenis zat tersebut adalah sama. Kadang-kadang massa jenis juga disebut dengan rapat massa.
Untuk menentukan besar massa jenis suatu zat dipergunakan persamaan sebagai berikut :

Gaya Kohesi dan Adhesi
Gaya kohesi adalah gaya tarik menarik antar partikel yang sejenis, sebagai contoh partikel raksa dengan partikel raksa, partikel air dengan partikel air, dll.
Gaya adhesi adalah gaya tarik menarik antar partikel yang tak sejenis, sebagai contoh gaya tarik menarik antar partikel kapur dengan partikel papan tulis, partikel tinta dengan partikel kertas, dll.
Kapilaritas
Adalah peristiwa merembesnya zat cair melalui celah-celah kecil. Kapilaritas disebabkan karena adanya gaya Adhesi antaraa partikel zat cair dengan partikel zat yang lain.
Contoh kapilaritas adalah naiknya minyak pada sumbu kompor, basahnya baju ketika dicuci, dan lain-lain.
Apabila raksa dimasukkan kedalam pipa kapiler maka raksa yang ada pada pipa yang lebih besar akan lebih tinggi dari pada pipa yang lebih kecil, ini disebabkan karena gaya kohesi raksa lebih besar dari pada gaya adhesi raksa dengan partikel pipa kapiler. Sedangkan apabila air dimasukkan kedalam pipa kapiler maka air yang berada pada pipa yang lebih besar akan lebih rendah dari pada pada pipa yang lebih kecil, hal ini disebabkan karena gaya adhesi partikel air dengan partikel pipa kapiler lebih besar dari pada gaya kohesinya. Peristiwa yang terjadi pada raksa tersebut disebut dengan miniskus cembung, dan yang terjadi pada air disebut dengan miniskus cekung.
Pada zat adiktif , yang termasuk zat adiktif ialah :

1 . Rokok
Rokok menimbulkan asap yang berbau tidak sedap.
Asap rokok menyebabkan sesak nafas dan batuk-
Batuk. Asap mengandung 1.000 bahan kimia yang ada
dalam asap rokok . Rokok juga membahayakan orang-
orang yang ada disekitarnya . Orang yang seperti
itu disebut dengan perokok pasif . Asap rokok
mengandung racun, misalnya tar, karbon monoksida,
dan nikotin.
Berikut ini adalah beberapa bahaya dari racun
yang ada dalam asap rokok .
- Tar dapat menimbulkan iritasi paru-paru,
Sehingga merupakan pemicu kanker paru-paru. Selain itu, dapat menebabkan kanker mulut, laring, perut, dan pankreas .

- Karbon Monoksida akibatnya adalah suplai
Oksigen di dalam tubuh menjadi berkurang.
Kekurangan oksigen menyebabkan pernapasan
terganggu . Pada ibu hamil, kekurangan
oksigen dapat mengganggu perkembangan
janin . Sehingga, dapat menyebabkan bayi
yang cacat .




- Nikotin merupakan racun yang menyebabkan ketagihan, peningkatan tekanan darah, dan detak jantung .



2 . Minuman Keras
Minuman keras juga mengganggu kesehatan.
Minuman keras mengandung alkohol. Alkohol
(etanol) dapat menimbulkan ketagihan atau
kecanduan bagi peminumnya. Alkohol juga dapat
merugikan orang lain. Orang yang kecanduan alkohol sering melakukan tindakan kriminal, misalnya mencuri, merampok, memperkosa, dan bahkan membunuh .



Pada Zat Psikotropika, beberapa diantaranya ialah
:

1 . Narkotika

Narkotika dapat menghilangkan rasa sakit dan membuat sensasi sehingga pemakainya merasa senang karena tidak terganggu dengan masalah yang dihadapinya . Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kematian .

2 . Kokain

Kokain dapat digunakan untuk membius lokal. Kokain bersifat stimulan terhadap system saraf sehingga dapat meningkatkan stamina dan mengurangi kelelahan. Jika penggunaannya dihentikan, pecandu akan menderita penyakit dengan tanda-tanda kejang-kejang, muntah, diare, berkeringat, dan sukar tidur .


3 . Morfin

Morfin dapat menghilangkan rasa sakit. Namun, morfin menyebabkan rasa lesu, perasaan mengantuk, kebingungan, perasaan kebahagiaan berlebihan (euphoria), dan gangguan pernapasan .

4 . Ekstasi

Ekstasi dapat menimbulkan perasaan segar dan energi sehingga pemakainya tidak merasa ngantuk .
Penggunaan dalam waktu lama menyebabkan kehilangan daya ingat dan kemampuan menggerakkan badan .


segala bentuk zat yang terdiri dari berbagai macam unsur atw senyawa ex: air,odol,dll
zatmurni: zat yang berupa senyawa yang murni 100% tanpa campuran unsur lain ex :CuSo4 (100%), H2
campuran : kumpulan dari beberapa senyawa yang partikelnya >100nm
ex : tanah liat, semen
unsur : zat yang tunggal dan belum bereaksi serta mempunyai sifat2 tertentu dan dapat membentuk senyawa (berikatan) dengan unsur lain
ex : Cu, Zn
senyawa :kumpulan dari 2 unsur atau lebih yang berikatan dan mempunyaia sifat tertentu
ex : H2O, CO2
Larutan : (sama sepeerti campuran yang partikelnya <100nm ex: air gula
Koloid : (sama spt lar) partikelnya = 100nm atw mendekati ex: santan, susu
Suspensi : sama dengan campuran

dah itu aja kalo ada yang salah maafin ya sekalian gw mo minta maaf lahjir batin di bulan puasa ini


segala sesuatyang ada dia alam ini asal bermassa dan punya volume ex: air,odol, besi, rambut
zatmurni: zat yang bener-bener hanya tersusun oleh satu macam komponen pembentuk. 100% tanpa campuran zatlain ex :CuSo4 (100%), H2
campuran : kumpulan dari beberapa komponen ( bisa unsur maupun senyawa )
ex : tanah liat, semen , air , bensin
unsur : zat yang tunggal yang tidak dapat diseerhanakan lagi ( bahkan dengan cara kimia ) ex : Cu, Zn
senyawa :gabungan dari =>2 usur dengan perbandingan tertentu dan tetap, dan memiliki sifat yang berbeda dengan sifat komponen pembentuk ex : H2O, CO2, FeS
Larutan : campuran yang homogen ( sama untuk seluruh bagian ) ex: air gula
Koloid : campuran yang seolah-olah homogen, tapi sebenarnya heterogen ex : santan, susu, cat tembok
Suspensi : campuran kasar, ukran partikel terlarut biasanya besar
ex: air sungai saat banjir, air kopi,


1. Benda atau zat padat berubah menjadi benda cair
= Mencair atau Pencairan
Contoh :
- es krim yang berubah menjadi cair terkena suhu panas
- permen atau coklat yang mencair terkena suhu panas

2. Benda atau zat cair berubah menjadi benda padat
= Membeku atau Pembekuan
Contoh :
- membuat es kebo dari air sirup dalam plastik
- membuat agar-agar atau jelly

3. Benda atau zat padat berubah menjadi benda gas
= Menyublim atau Penyubliman atau Sublim
Contoh :
- kapur barus yang menyublim menjadi gas berbau wangi
- Biang es didalam kotak es tongtong untuk mendinginkan es

4. Benda atau zat gas berubah menjadi benda padat
= Menghablur atau Penghabluran atau hablur atau mengkristal atau pengkristalan
Contoh :
- pembuatan ammonium sulfat dan ammonium nitrat bahan pupuk

5. Benda atau zat gas berubah menjadi benda cair
= Mengembun atau Pengembunan
Contoh :
- Hujan di malam minggu berasal dari uap awan yang menjadi air
- Udara lembab dan dingin di pagi hari membuat embun di pucuk daun

6. Benda atau zat cair berubah menjadi benda gas
= Menguap atau Penguapan
Contoh :
- Air comberan menguap menjadi uap terkena sinar matahari
- Spirtus atau spiritus menguap saat terkena udara



Catatan Fisika Zat Padat II

Gambar 1.b
dan

gambar 1.c
yang ketinggalan.
Untuk menyederhanakan pembahasan hanya sambungan-tegak (aburpt junction) untuk menggambarkan fenomena fisis. pada kenyataan tidak dapat dibuat suatu sambungan-tegak karena ketidakmurnian di daerah sambungan (junction) terjadi difusi. sifat listrik yang paling menarik pada daerah sambungan (junction) beda potensial (potential difference) yang terjadi meskipun pada saat kesetimbangan. Potensial tersebut disebut dengan potensial kontak (contact potential) biasanya pada rentangan suhu antara 0,1 - 1,0 eV. Untuk menjelaskan bagaimana potensial kontak terjadi, maka dianalisa sambungan p-n pada saat awal akan digabungkan. konsentrasi muatan bebas (elektron) pada bahan semikonduktor tipe-n jumlahnya konstan, dan juga konsentrasi muatan bebas (hole) pada bahan semikonduktor tipe-p jumlahnya juga konstan. Bila kedua bahan semikonduktor tersebut digabungkan, maka elektron dari semikonduktor tipe n akan berdifusi ke tipe-p, sedangkan hole dari semikonduktor tipe p akan berdifusi ke tipe n. Muatan bebas berdifusi karena adanya gradien konsentrasi muatan besar pada daerah sambungan. Gradien konsentrasi muatan ini menyebabkan arus gradien. Oleh karena itu seperti ditunjukkan pada gambar 1.a elektron berdifusi ke p dan hole berdifusi ke n.
Arus difusi tidak berlanjut terus, karena semakin banyak elektron berdifusi ke bahan tipe-p, bahan tersebut mendapatkan muatan negatif. Gejala ini diperkuat dengan hole yang meninggalkan daerah tipe-p berdifusi ke daerah tipe-n. Efek dari arus difusi ini adalah bahwa daerah tipe-p menjadi bermuatan lebih negatif dibandingkan dengan daerah tipe-n. Sebagai akibatnya akan timbul beda potensial yang disebut dengan “potensial kontak” (contact potential).
Gambar 2 menunjukkan posisi dari pita konduksi dan pita valensi dekat dengan daerah sambungan (junction). Karena transfer muatan, energi pada daerah tipe-p naik dibandingkan pasda daerah tipe-n. Daerah tipe-p mendapatkan muatan negatif. Bila potensial kontak adalah φ,perbedaan energi antara sisi tipe-p dan sisi tipe-n adalah eφ. Dalam fisika zat padat bahwa energiyang diplot adalah energi electron dan karena elektron bermuatan negatif maka akan diikuti bahwa sisi tipe p mempunyai energi elektron lebih tinggi dibandingkan sisi tipe n seperti digambarka pada gambar 2.

nina.ecse.rpi.edu/shur/Ch3/sld004.htm
Adanya potensial kontak akan melawan aliran arus difusi. Sebetulnya kenyataanya ada medan listrik -dφ/dx yang terjadi di bagian sambungan yang akan menghalangi difusi lanjutan dari elektron dan hole.Seperti yang disajikan pada gambar 2,elektron di dalam pita konduksi pada sisi tipe-n, hanya elektron-elektron yang mempunyai energi kinetik lebih besar dari potensial penghalang (barrier) φ akan berdifusi ke sisi tipe p. Dengan transfer muatan akan menurun sampai terjadi keseimbangan elektron yang mengalir dari sisi tipe-p ke sisi tipe-n. Fluks tersebut disebut dengan fluk generasi (generaion flux). Fenomenanya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada sisi tipe-p, elektron dan hole tercipta terus-menerus karena generasi thermal (thermal generation). Laju generasi elektron hole tergantung dari temperratur. Pada saat yang bersamaan elektron dan hole tersebut saling merekombinasi. bagaimanapun pada suhu tertentu terdapat sejumlah elektron dan hole. Konsentrasinya (elektron dan hole) tergantung dari konsentrasi impurity (ketidakmurnian). Elektron pada sisi tipe-p mengalir sebagai fluk elektron ke sisi tipe-n. Ketika elektron mencapai daerah sambungan (junction), maka elektron akan mengalir ke sisi tipe n karena medan listrik mencapai daerah sambungan (junction).Dengan hanya melihat aliran elektron saja maka dapat 2 fluks yang mengalir melewati sambungan (junction) :
1. Arus dari sisi tipe-n ke sisi tipe-p yang disebabkan konsentrasi elektron yang besar pada sisi tipe-n disebut fluk rekombinasi (recombination flux) Jnr (karena adanya elektron yang mengalir ke daerah sisi tipe-p dan terjadi rekombinasi dengan hole).




Sifat-sifat zat padat yaitu :
• Partikel-partikel menempati posisi yang teratur
• Gaya tarik antar-partikel sangat kuat
• Gerakan partikel hanya berupa getaran di sekitar posisi tetapnya
Kesimpulannya: posisi partikel-partikel yang relatif tetep menyebabkan zat padat memiliki bentuk dan volume yang tetap. Gerakan partikel yang hanya bergetar di sekitar titik tetapnya menyebabkan zat padat tidak dapat mengalir







Pada saat tertentu, umumnya zat berada dalam satu wujud zat saja. tetapi, zat berubah dari wujud yang satu ke wujud yang lain.
Perubahan dari wujud padat menjadi wujud zat cair disebut melebur atau meleleh. Misalnya, mentega berbuah menjadi minyak ketika dimasukkan ke dalam penggorengan. Ini artinya perubahan dari padat ke cair membutuhkan kalor (energi).
Perubahan dari wujud cair menjadi wujud padat disebut membeku. Misalnya, air menjadi es dalam lemari es. Ini artinya perubahan ini melepas kalor (energi)
Perubahan dari wujud cair menjadi wujud gas disebut menguap. Contohnya, air menjadi uap air ketika dipanaskan. Ini berarti perubahan ini membutuhkan kalor (energi).
Perubahan dari wujud gas menjadi cair disebut mengembun. Contohnya, embun di pagi hari terbentuk karena perubahan uap air di udara menjadi air. Perubahan ini tidak memerlukan kalor (melepas) kalor.
Perubahan dari wujud padat menjadi wujud gas disebut menyublim. Contohnya, penguapan kapur barus. perubahan ini membutuhkan kalor.
Perubahan dari wujud gas menjadi wujud padat disebut mengkristal (menyumblim). Contohnya, perubahan uap air menjadi salju. Perubahan ini tidak memerlukan energi atau melepas kalor.
Tekanan
[Tekanan hydrostatik
Bila cairan itu diam dalam medan gravitasi yang sama, tekanan p dalam titik tertentu adalah
, satuan SI : Pascal: N/m²=kg/ms²
dimana ρ adalah "densitas" dari cairan (dianggap tetap) dan z adalah kedalaman titik tersebut di bawah permukaan. Catatan, formula ini menganggap tekanan pada permukaan adalah nol, relatif terhadap ketinggian permukaan.
Tekanan piston atau tekanan hydrolik
Jika permukaan suatu zat cair ditekan dari luar, maka tekanan ini akan bergerak dikarenakan sifat cairan yang flexibel ke segala arah dengan kekuatan yang sama. Rumus: . oder .
Gaya Dorong atau Prinsip Archimedes
Sebagai gaya dorong (Fd) dimaksudkan berat yang "hilang", yang dialami sebuah benda bila benda tersebut diletakkan di atas air. Besar suatu gaya dorong adalah sama besarnya dengan jumlah suatu cairan yang ditekan oleh benda tersebut. Atau dengan kata lain, gaya dorong tergantung dari massa jenis cairan tersebut dan volumenya, sedangkan gaya tekan ke bawah oleh benda di air juga tergantung massa jenis benda tersebut serta volumenya. Dimana arah gaya dorong ke atas sedangkan berat benda(G) yang menekan cairan ke bawah sesuai arah gravitasi. Percepatan (a) yang dilakukan cairan yang ditekan sama besarnya dengan percepatan gravitasi (g], sehingga yang memainkan peranan apakah suatu benda mengapung, melayang, atau tenggelam adalah massa jenis benda dan zat cair serta volume benda dan zat cair. Sesuai hukum Archimedes maka dapat kita katakan ada 3 hal yang dapat terjadi: a. Mengapung bila G< Fd, massa jenis benda tersebut < massa jenis cairan
b. Melayang bila G=Fd, massa jenis benda tersebut = massa jenis cairan
c. Tenggelam bila G>Fd, massa jenis benda tersebut > massa jenis cairan
Contoh 1: Sebuah benda mempunyai massa m= 2 kg dan volume v=800cm³. Benda ini melayang di arir dan tergantung di sebuah pegas (g=10cm/s²). Kemudian tampak pada pegas digital tersebut gaya sebesar 12 N. Buktikan
G = m.a = m.g = 2.10N
Fd = rho.V.g = 0,0008.1000.10N = 8N
Berat tersisa yang ditahan oleh pegas = G − Fd = 20 − 8N = 12N Contoh 2: Sebuah Balok dengan sisi a= 10cm , b = 15 cm , c = 20cm dengan massa 1 kg, berada di dalam air yang bersuhu T=4°C. Dalam keseimbangan benda tersebut tampak sepertiga dari volume benda tersebut diam di dalam air. Maka, Fd = rho.V.g = 0,003.100.1 = 0,3N G = Fd / 3 = 0,1N

Hydrodynamik
Dinamika Fluida
Tekanan Fluida
Viskositas, laminar dan turbulent flow
Viskositas adalah suatu besaran yang menggambarkan sifat kelekatan dari zat cair atau pun gas. Contohnya minyak mempunyai viskositas yang besar. Sebagai standard air diberikan viskositas 1. Darah mempunyai nilai viskositas tertentu;bilamana nilai viskositasnya sangat tinggi dapat menimbulkan bahaya trombose.
[Gaya antarmolekul, tegangan permukaan dan Kapillaritas
] Gaya antarmolekul atau Ikatan Van der Waals
Ikatan Van der Waals adalah istilah umum untuk gaya yang terjadi diantara molekul baik pada zat padat, zat cair, ataupun gas. Pada zat padat dan zat cair gaya ini menentukan besarnya volume Dari tipe efeknya dapat dibedakan menjadi= [[Kohesi], jika gaya tarik terjadi diantara molekul suatu benda yang sejenis. Akibat dari Kohesi adalah yang dinamakan tegangan permukaaan. Adhesi adalah gaya tarik menarik yang timbul diantara molekul2 yang berbeda. Daya serap adalah gaya adhesi yang timbul antara molekul zat padat dengan zat cair atau zat padat dan gas.
[tegangan permukaan dan Kapilaritas
Bentuk suatu materi dipisahkan satu sama lain oleh lapisan pembatasnya.Lapisan pembatas menunjukkan sifat yang spesial. Cairan memiliki tegangan permukaan dan kapilaritasDalam suatu zat cair adalah gaya antar molekul sama besar ke segala arah , sehingga mereka saling menetralkan. Pada suatu permukaan molekul zat padat ada tegangan pada yang menguasai permukaannnya dengan arah gaya ke dalam molekul tersebut. Sebagai contoh alveolus. Tegangan permukaan mengakibatkan pengurangan atau reduksi dari permukaan suatu molekul atau dengan kata lain molekul mempunyai kecenderungan untuk mengecil. Pada molekul air tegangan ini dikarenakan ikatan hydrogen maka molekul air mempunyai bentuk seperti bola. Baik Deterjen ataupun zat kotor dapat menurunkan tegangan permukaan air. Prinsip dari zat pembersih deterjen. Kapillaritas adalah suatu daya tarik ke atas atau ke bawah yang dialami zat cair bila zat cair tersebut berada dalam suatu pipa kapillar.
Berkas:Kapillaritas.png
air kiri air raksa kanan
Contoh yang paling umum adalah air (kiri) didalam gelas yang tertarik ke atas oleh sebuah pipa kapillar. Ini dapat dijelaskan karena gaya adhesi (gaya tarik antara molekul air dan pipa kapillar) lebih besar dari gaya kohesi(antar molekul air saja). Pada air raksa (kanan) gaya kohesi (tarik menarik anatar molekul air raksa lebih besar) dari gaya adhesi(tarik menarik antar molekul air raksa dan molekul pipa kapillar)
]titik didih, titik beku
Cairan biasanya mengembang bila dipanasi dan menyusut bila didinginkan.
dipisahkan satu dengan lainnya karena Cairan pada titik didih tertentu berubah menjadi gas, dan pada titik bekunya, berubah menjadi padat. Melalui distilasi bertingkat, cairan dapatmasing-masing menguap pada titik didih tersendiri.
Pengertian Pemuaian

Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor.

Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu pemuaian pada zat padat, pada zat cair, dan pada zat gas.

Pemuaian pada zat gas ada 3 jenis yaitu pemuaian panjang (untuk satu demensi), pemuaian luas (dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk tiga dimensi). Sedangkan pada zat cair dan zat gas hanya terjadi pemuaian volume saja, khusus pada zat gas biasanya diambil nilai koofisien muai volumenya sama dengan 1/273.

Pemuaian panjang

adalah bertambahnya ukuran panjang suatu benda karena menerima kalor. Pada pemuaian panjang nilai lebar dan tebal sangat kecil dibandingkan dengan nilai panjang benda tersebut. Sehingga lebar dan tebal dianggap tidak ada. Contoh benda yang hanya mengalami pemuaian panjang saja adalah kawat kecil yang panjang sekali.

Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu panjang awal benda, koefisien muai panjang dan besar perubahan suhu. Koefisien muai panjang suatu benda sendiri dipengaruhi oleh jenis benda atau jenis bahan.

Secara matematis persamaan yang digunakan untuk menentukan pertambahan panjang benda setelah dipanaskan pada suhu tertentu adalah


Pengertian Pemuaian
Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor.
Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu pemuaian pada zat padat, pada zat cair, dan pada zat gas.
Pemuaian pada zat gas ada 3 jenis yaitu pemuaian panjang (untuk satu demensi), pemuaian luas (dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk tiga dimensi). Sedangkan pada zat cair dan zat gas hanya terjadi pemuaian volume saja, khusus pada zat gas biasanya diambil nilai koofisien muai volumenya sama dengan 1/273.
Pemuaian panjang
adalah bertambahnya ukuran panjang suatu benda karena menerima kalor. Pada pemuaian panjang nilai lebar dan tebal sangat kecil dibandingkan dengan nilai panjang benda tersebut. Sehingga lebar dan tebal dianggap tidak ada. Contoh benda yang hanya mengalami pemuaian panjang saja adalah kawat kecil yang panjang sekali.
Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu panjang awal benda, koefisien muai panjang dan besar perubahan suhu. Koefisien muai panjang suatu benda sendiri dipengaruhi oleh jenis benda atau jenis bahan.
Secara matematis persamaan yang digunakan untuk menentukan pertambahan panjang benda setelah dipanaskan pada suhu tertentu adalah

Bila ingin menentukan panjang akhir setelah pemanasan maka digunakan persamaan sebagai berikut :


Yang perlu diperhatikan adalah didala rumus tersebut banyak sekali menggunakan lambang sehingga menyulitkan dalam menghapal. Disarankan untuk sering menggunakan rumus tersebut dalam mengerjakan soal dan tidak perlu dihapal.
Pemuaian luas
adalah pertambahan ukuran luas suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian luas terjadi pada benda yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, sedangkan tebalnya sangat kecil dan dianggap tidak ada. Contoh benda yang mempunyai pemuaian luas adalah lempeng besi yang lebar sekali dan tipis.
Seperti halnya pada pemuian luas faktor yang mempengaruhi pemuaian luas adalah luas awal, koefisien muai luas, dan perubahan suhu. Karena sebenarnya pemuaian luas itu merupakan pemuian panjang yang ditinjau dari dua dimensi maka koefisien muai luas besarnya sama dengan 2 kali koefisien muai panjang. Pada perguruan tinggi nanti akan dibahas bagaimana perumusan sehingga diperoleh bahwa koefisien muai luas sama dengan 2 kali koefisien muai panjang.
Untuk menentukan pertambahan luas dan volume akhir digunakan persamaan sebagai berikut :

Pengertian Pemuaian
Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor.
Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu pemuaian pada zat padat, pada zat cair, dan pada zat gas.
Pemuaian pada zat gas ada 3 jenis yaitu pemuaian panjang (untuk satu demensi), pemuaian luas (dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk tiga dimensi). Sedangkan pada zat cair dan zat gas hanya terjadi pemuaian volume saja, khusus pada zat gas biasanya diambil nilai koofisien muai volumenya sama dengan 1/273.
Pemuaian panjang
adalah bertambahnya ukuran panjang suatu benda karena menerima kalor. Pada pemuaian panjang nilai lebar dan tebal sangat kecil dibandingkan dengan nilai panjang benda tersebut. Sehingga lebar dan tebal dianggap tidak ada. Contoh benda yang hanya mengalami pemuaian panjang saja adalah kawat kecil yang panjang sekali.
Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu panjang awal benda, koefisien muai panjang dan besar perubahan suhu. Koefisien muai panjang suatu benda sendiri dipengaruhi oleh jenis benda atau jenis bahan.
Secara matematis persamaan yang digunakan untuk menentukan pertambahan panjang benda setelah dipanaskan pada suhu tertentu adalah

Bila ingin menentukan panjang akhir setelah pemanasan maka digunakan persamaan sebagai berikut :

Yang perlu diperhatikan adalah didala rumus tersebut banyak sekali menggunakan lambang sehingga menyulitkan dalam menghapal. Disarankan untuk sering menggunakan rumus tersebut dalam mengerjakan soal dan tidak perlu dihapal.
Pemuaian luas
adalah pertambahan ukuran luas suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian luas terjadi pada benda yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, sedangkan tebalnya sangat kecil dan dianggap tidak ada. Contoh benda yang mempunyai pemuaian luas adalah lempeng besi yang lebar sekali dan tipis.
Seperti halnya pada pemuian luas faktor yang mempengaruhi pemuaian luas adalah luas awal, koefisien muai luas, dan perubahan suhu. Karena sebenarnya pemuaian luas itu merupakan pemuian panjang yang ditinjau dari dua dimensi maka koefisien muai luas besarnya sama dengan 2 kali koefisien muai panjang. Pada perguruan tinggi nanti akan dibahas bagaimana perumusan sehingga diperoleh bahwa koefisien muai luas sama dengan 2 kali koefisien muai panjang.
Untuk menentukan pertambahan luas dan volume akhir digunakan persamaan sebagai berikut :

Pemuaian volume
adalah pertambahan ukuran volume suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian volume terjadi benda yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tebal. Contoh benda yang mempunyai pemuaian volume adalah kubus, air dan udara. Volume merupakan bentuk lain dari panjang dalam 3 dimensi karena itu untuk menentukan koefisien muai volume sama dengan 3 kali koefisien muai panjang. Sebagaimana yang telah dijelskan diatas bahwa khusus gas koefisien muai volumenya sama dengan 1/273
Persamaan yang digunakan untuk menentukan pertambahan volume dan volume akhir suatu benda tidak jauh beda pada perumusan sebelum. Hanya saja beda pada lambangnya saja. Perumusannya adalah




1. Zat pendingin bertekanan tinggi dari kompresor berupa gas.
2. Zat pendingin yang sudah didinginkan oleh kondensor berubah bentuk dari gas menjadi cair.
3. Zat pendingin yang telah diturunkan tekanannya oleh katup ekspansi, berubah bentuk menjadi uap.
4. Zat pendingin yang telah menyerap panas pada evaporator berubah bentuk menjadi gas.
5. Zat pendingin yang berbentuk gas diberi tekanan oleh kompresor sehingga beredar dalam sistem AC,karena adanya tekanan maka zat pendingin menjadi panas.
6. Kondensor akan medinginkan zat pendingin tersebut (kondensasi),sementara tekanan zat pendingin masih tetap tinggi dan berubah bentuk menjadi cair.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar