CHATBOX

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!
Get your own Chat Box! Go Large!
Indonesian Radio Online
http://www.focus.co.id/images/yahoo-icon.png

02 Februari, 2009

Polusi

Pendahuluan
Banyak kota–kota didunia dilanda oleh permasalahan lingkungan,paling tidak
adalah semakin memburuknya kualitas udara.terpapar oleh polusi udara saat ini
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kota-kota seluruh
dunia.Informasi yang ada menunjukkan bahwa pedoman kualitas udara dari WHO
secara teratur telah disebar diberbagai kota, bahkan di beberapa tempat tersebar
luas.
Angka yang didapat dari kota-kota yang sedang berkembang dan umumnya
banyak diantara mereka tidak ada ukuran pengontrol polusi, kemungkinan akan
terjadi pencemaran bagi buruh,dan kualitas hidup sebagian besar penduduk kota
akan semakin memburuk. Walaupun beberapa kemajuan talah dicapai dalam
pengendalian polusi udara dinegara-negara Industri lebih dari dua dekade terakhir
ini, Kualitas udara terutama sekali dikota-kota besar negara sedang berkembang
lebih buruk.
Perumusan Masalah
1. Strategi Pencegahan Penyebab Pencemaran Udara
Strategi pencegahan adalah “Pengurangan pengaruh faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan peningkatan dukungan, perhatian, dan pelibatan masyarakat dan pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas udara”. Intervensi strategis yang diusulkan adalah untuk mengfokus kepada kegiatan yang:
− Mengembangkan perkotaan yang terencana dan terkendali
− Merasionalisasikan tata guna lahan perkotaan
− Meningkatkan perhatian masyarakat dalam berkendaraan bermotor
− Meningkatkan pemanfaatan bahan bakar yang ramah lingkungan (lebih bersih)
− Meningkatkan perhatian dan peli-batan masyarakat dalam pencegahan dan pengen-dalian pencemaran udara
2. Strategi Pengendalian Sumber Pencemaran Udara
Strategi pengendalian adalah “Penurunan beban emisi pencemar udara dari sumber transportasi dan industri dan sumber pencemar lainnya melalui penerapan baku mutu dan ambang batas emisi, penggunaan bahan bakar lebih bersih, dan sistem transportasi dan manajemen lalu lintas yang efektif”. Intervensi strategis yang diusulkan adalah untuk mengfokus kepada kegiatan yang:
− Meningkatkan pemantauan kualitas BBM
− Menerapkan ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor
− Meningkatkan manajemen transportasi
− Meningkatkan dan memberbaiki pelayanan angkutan umum
− Mengembangkan fasilitas dan mendorong penggunaan transportasi tidak bermotor
− Mendorong pemakian kendaraan secara bersama-sana (car-pooling)
− Meningkatkan impementasi baku mutu emisi sumber tidak bergerak
− Pengolahan limbah padat untuk mengurangi pencemaran udara
− Pengendalian pencemaran udara dalam ruang
3. Strategi Pemantauan Pajanan
Strategi pemantauan adalah “Pengukuran tingkat konsentrasi yang terpajan pada reseptor guna mengestimasi besaran dampak kesehatan dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pencemar tertentu, penyediaan informasi kualitas udara dan beban emisi daerah untuk keperluan penyusunan dan evaluasi kebijakan pengelolaan kualitas udara serta peningkatan perhatian masyarakat dan pengembangan dan penerapan metode estimasi kualitas udara”. Intervensi strategis yang diusulkan adalah untuk mengfokus kepada kegiatan yang:
− Meningkatkan sistem pemantauan udara ambien
− Menguatkan sistem pemantuan kualitas udara daerah
− Meningkatkan ketersediaan basis data inventarisasi emisi yang berkelanjutan
− Mengembangkan metode prediksi kualitas udara
− Meningkatkan penyebarluasan informasi kualitas udara secara teratur
4. Strategi Mitigasi Dampak Pencemaran Udara
Strategi mitigasi adalah “Pelaksanaan pemantauan komprehensif faktor resiko kesehatan pencemaran udara di dalam dan luar ruang, pelaksanaan penelitian dampak pencemaran


udara pada tanaman, bahan dan bangunan, dan analisis ekonomi pencemaran udara, serta pemeliharaan rutin bangunan-bangunan bersejarah dan peningkatan penghematan energi dan penggunaan energi alternatif (terbarukan)”. Intervensi strategis yang diusulkan adalah untuk mengfokus kepada kegiatan yang:
− Meningkatkan sistem pemantauan dan penanggulangan dampak kesehatan
− Meningkatkan pemantuan dampak pencemaran udara pada tanaman
− Meningkatkan pemantauan dampak pencemaran udara pada bangunan dan bangunan bersejarah
− Meyusun kajian ekonomi akibat pencemaran udara
− Menurunkan pencemar udara dalam rangka menurunkan dampak gas rumah kaca
5. Strategi Penguatan Kelembagaan
Strategi pengendalian adalah “Penyediaan perangkat pengelolaan kualitas udara yang baik yang mencakup tata laksana, mekanisme koordinasi, peraturan-peraturan, kompetensi sumber daya manusia, prosedur dan peralatan penunjang penegakan hukum, dan sumber pendanaan”. Intervensi strategis yang diusulkan adalah untuk mengfokus kepada kegiatan yang:
− Meningkatkan kinerja dan koordinasi sekretariat bersama untuk perbaikan kualitas udara perkotaan.
− Sinkronisasi peraturan dan penyusunan berbagai pedoman teknis
− Melaksanakan penegakkan hukum
− Meningkatkan kapasitas SDM Daerah
− Penyusunan Perimbangan Pendanaan untuk Program Pengendalian Pencemaran Udara



Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah meningkatkan penerapan peraturan-perundangan yang berlaku yang terkait dengan pengendalian pencemaran udara, dan menyiapkan kerangka kerja strategis untuk pengelolaan kualitas udara perkotaan.



Landasan Teori

Pengertian tentang Polusi Udara Perkotaan
Masalah pencemaran udara dikota-kota besar, sangat dipengaruhi dan
berbeda oleh berbagai faktor yaitu: tofografi, kependudukan, iklim dan cuaca serta
tingkat atau angka perkembangan sosio ekonomi dan industrialisasi. Masalahmasalah
ini akan meningkat keadaannya, jika jumlah penduduk perkotaan semakin
meningkat yang mengakibatkan jumlah penduduk yang terpapar polusi udara juga
meningkat.
Perkiraan–perkiraan PBB menunjukkan sampai tahun 2000,47 persen dari
jumlah keseluruhan populasi akan tinggal didaerah perkotaan. Pada tahun1990, 60
kota–kota didunia mempunyai jumlah penduduk ± 3 juta orang dan pada tahun
2000 diproyeksikan 85 kota-kota akan termasuk jenis katagori ini.

Sumber-sumber polusi udara
Pertumbuhan polusi kota dan tingakat industrialisasi yang tak terhindar,
akan mengarah kepada kebutuhan enegi yang lebi besar, pada umumnya akan
menghasilkan pembuabuangan limbah / zat pencemar lebih banyak.pembakaran
bahan bakar posil untuk pemanasan rumahtangga untuk pembangkit tenaga listrik,
kendaraan bermotor, dalam proses–proses industri dan pembuangan limbah padat
dengan pembakaran merupakan sumber utama dari pembuangan limbah zat-zat
pencemar didaerah perkotaan.
Zat-zat pencemar udara yang paling sering dijumpai dilingkungan perkotaan
adalah: SO2, NO dan NO2, CO, O3, SPM(=Suspended Particulate Matter) dan
Pb(=Lead). SO2 berperan dalam terjadinya hujan asam dan polusi partikel sulfat
aerosol. NO2 berperan terhadap polusi partikel dan deposit asam dan prekusor ozon
yang merupakan unsur pokok dari kabut fotokimia. Asap dan debu termasuk polusi
partikel. Ozon, CO, SPM, dan Pb seluruhnya telah dibuktikan memberi pengaruh
yang merugikan kesehatan manusia.
Pembakaran bahan bakar fosil di sumber-sumber yang menetap, mengarah
terbentuknya produksi SO2, NO dan NO2 serta Pb, sedangkan masing–masing
berminyak solar jelas terbukti menghasilkan sejumlah partikel dan SO2 sebagai
tambahan dari NO dan NO2.
Ozon merupakan suatu fotokimia oksidan secara tidak langsung dihasilkan
dari sumber-sumber pembakaran, dibentuk dibagian bawah atmosfir, dari NO dan
komponen-komponen organik yang mudah menguap(=VOCs= Volatile Organic
Compounds) atau Hidrokarbon–hidrokarbon reaktif dengan adanya sinar matahari.
VOCs dihasilkan dari keaneka ragaman sumber-sumber buatan manusia
termasuk lalu lintas jalan raya, produksi dan pemakaian zat-zat kimia organik seperti
;bahan-bahan pelarut, transport dan pemakaian crude oil, pemakaian dan distribusi
gas alam, tempat pembuangan limbah dan pabrik-pabrik limbah cair.
Walaupun penemuan-penemuan pembuangan limbah cair secara rinci tidak
tersedia luas bagi kota-kota itu sendiri. Berdasarkan observasi nasional dan adanya
peningkatan registrasi kendaraan bermotor akhir-akhir ini, dapat disimpulkan bahwa
kendaran bermotor merupakan sumber utama dari zat-zat pencemar udara terutama
CO, NO, dan NO2, SPM dimayoritas dikota-kota besar dinegara industri.
Sebaiknya dikota-kota negara berkembang menunjukkan variasi sumber
polusi udara yang lebih besar. Kontribusi relatif dari mobil dan sumber-sumber yang
bergerak / menetap terhadap emisi – emisi polutan udara berbeda nyata diantara
kota–kota,tergantung dari tingkat motorisasi, kepadatan,tipe industri yang ada.
Kontribusi dari kendaraan bermotor lebih sedikit dikota-kota dengan tingkat
motorisasi rendah seperti: di Afrika dan kota-kota terletak didaerah yang suhu dingin
(tergantung pada bahan bakar batu bara atau biomosa untuk pemanas ruangan)
Cina, Eropa Timur.
Suatu hal yang perlu diperhatikan pada beberapa negara berkembang adalah
cenderung banyaknya kendaraan bermotor tua dan tak terawat sehingga jelas
merupakan suatu faktor yang menunjukkan kendaraan tersebut adalah sumber zatzat
pencemar.
Banyaknya jumlah kendaraan bermotor didunia saat ini dipusatkan kedalam
kelompok ekonomi pendapatan tinggi dunia. Pada tahun 1988, negara–negara
OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) mencatat bahwa
dari 80% jenis-jenis mobil didunia: 70%nya adalah jenis truk dan bus-bus , >50%
merupakan kendaraan beroda dua dan tiga.
Sejak tahun 1950; armada kendaraan secara global telah meningkat 10% kali
lipat dan diperkirakan menjadi dua kali lipat dalam tempo 20 –30 Tahun mendatang,
dari sekarang berjumlah 630 juta buah. Angka pertambahan jumlah kendraan dunia
diproyeksikan melampaui kedua jumlah total produksi dan populasi diperkotaan.
Peranan kendaraan bermotor terhadap pertambahan polusi menjadi meningkat di
negara-negara yang sedang berkembang. Jika tidak dilakukan pengawasan yang
ketat terhadap zat-zat pencemar yang berkaitan dengan lalu lintas, sudah pasti akan
memperburuk kondisi udara daerah ini.
Sebagai tambah zat-zat pencemar udara yang lebih tradisionil yang lebih
umum, sejumlah besar racun dan zat kimia dideteksi telah meningkat jumlahnya
diudara perkotaan, walaupun dengan konsentrasi rendah. Contohnya :
- Logam–logam berat pilihan (Berilium, Cadnium, Merkuri)
- Sedikit zat-zat organik (Benzene, Polychlorodi benzo-dioxid, Furan,Formaldehide,
Vinychloride, Polyaromatic hidrokarbon)
- Radionucleids seperti ; radon
- Fibers; Asbes
Bahan–bahan kimia tersebut dikeluarkan dari bermacam-macam sumber seperti;
pembakaran sampah, pabrik-pabrik pengelolah limbah, proses-proses industri dan
manufaktur, dry cleaning, bahan–bahan bangunan, dan kendaraan bermotor.
Walaupun emisi-emisi zat kimia ini umumnya lebih rendah kadarnya
dibandingkan zat pencemar tradisionil, namun jelas polutan ini memberi resiko
terhadap kesehatan sehubungan dengan daya racun mereka yang sangat tinggi atau
bersifat karsinogenik bahkan bisa keduanya.
Zat-zat polutan ini lebih sering dianalisa karena rendahnya konsentrasi
mereka diudara, juga karena pengawasan yang sangat kurang. Untuk itu dilakukan
pengawasan secara otomatis.
Distribusi dan Transportasi
Dua hal yang sangat mempengaruhi panyebaran dan transportasi dari zat-zat
pencemar udara, yakni iklim dan cuaca, serta letak topografi daerah yang dikaitkan
dengan penyebaran penduduk.
Iklim–iklim dikota besar berbeda dengan benua yang lebih dingin dan lembab
(seperti di Beijing yang sangat dingin), dibandingkan dengan daerah yang di Gurun
(Kairo) atau tropical dengan temperatur sedang dan kelembaban tinggi (Bangkok).
Akibat beratnya musim dingin, dapat menentukan jumlah pemanasan yang
dibutuhkan penduduk sehingga meningkatkan emisi-emisi polutan, seperti SO2
diwaktu musim dingin. Pada kota–kota dengan temperatur sedang, beban polusi
cenderung disebarkan secara merata sepanjang tahun.
Thermal inversion (=pembalikan suhu) merupakan masalah khusus bagi kotakota
dengan iklim panas dan dingin. Dalam keadaan penyebaran normal, gas-gas
pencemar yang panas akan timbul disaat mereka datang dan kontak dengan masa
udara yang dingin, pada ketinggian yang lebih tinggi.
Bagaimanapun lingkaran–lingkaran tertentu, suhu udara lebih meningkat jauh
dan membentuk suatu lapisan inversi beberapa puluh atau ratus meter diatas tanah.
Lapisan ini akan merangkap polutan–polutan yang dekat sumber-sumber emisi dan
berperan sebagai pelindung panas, memperlambat penyebarannya. Kondisi-kondisi
seperti ini akan menjadi permasalahan jika kecepatan angin rendah. Keadaan
isotermal adalah suatu keadaan yang dijumpai bila tidak ada perubahan dalam
temperatur didaerah ketinggian, sehingga mempunyai pengaruh yang sama.
Fenomena iklim dan cuaca lain yang sangat mempengaruhi kualitas udara adalah
heat urban island yaitu panas yang dihasilkan oleh sebuah kota mengakibatkan
meningkatnya suhu udara, sehingga terjadi penarikan suhu lebih dingin kedalam dan
kemungkinan udaranya lebih tercemar dari daerah-daerah industri sekitarnya.
Sebaiknya pada kota-kota yang bersuhu lebih tinggi, yang terkena sinar
matahari dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi, cenderung mudah terbentuknya
jaringan ozon dan fotokimia oksidan lain dari emisi-emisi polutan .
Letak tofografi kota-kota besar juga dapat mempengaruhi sifat penyebaran
dan transportzat-zat polutan,contohnya sbb :
1. Beijing, Kairo, New Delhi dan Moskow mempunyai tingkat tofografi relatif dan
iklimnya tak dipengaruhi oleh molekul air .
2. Bangkok, bombay, Buenos aires, Calcutta, Jakarta, Karachi, London, Manila, New
York, Shanghai dan Tokyo mempunyai tingkat tofografi yang relatif dan iklimnya
dipengaruhi oleh molekul air.
3. Los Angeles, Mexico city, Rio de janeiro, Sao paolo dan Seoul mempunyai
tofografi beraneka ragam dan suhunya dipengaruhi oleh pegunungan
disekitarnya.
Keberadaan yang jelas dari suatu badan air/molekul dapat mempengaruhi
iklim mikro dan arah angin pantai siang dan malam hari. Bukit-bukit yang mengitari
kota-kota sering berfungsi sebagai penghalang hembusan angin, perangkap polusi
yang dekat kekota. Pada kota-kota yang dikitari oleh pegungungan tinggi, seperti
Los Angeles dan Mexico City, zat-zat polutan mungkin akan terperangkap dalam
udara selama beberapa hari. Daerah pegunungan juga berfungsi sebagai
penghambat transportasi polusi udara di kota-kota besar.
Pada kota-kota dengan bangunan berstruktur tinggi penyebaran emisi polutan
akibat angin besar lebih rendah (The Canyon Effect), karena terhalang oleh
bangunan.

Dampak Polusi Udara
Dampak memberikan pengaruh yang merugikan bagi kesehatan manusia,
bukan saja dengan terhisap langsung, tetapi juga dengan cara-cara pemaparan
lainnya seperti: meminum air yang terkontaminasi dan melalui kulit.
Umumnya sebagian besar zat-zat polutan udara ini langsung mempengaruhi
sistem pernafasan dan pembuluh darah. Meningginya angka kesakitan dan kematian
dan adanya gangguan fungsi paru-paru dikaitkan dengan kenaikan konsentrasi zat
SO2, SPM, NO2 dan O3 yang juga mempengaruhi sistem pernafasan. Pemaparan
yang akut dapat menyebabkan radang paru sehingga respon paru kurang
permeabel, fungsi pau menjadi berkurang dan menghambat jalan udara. Ozon dapat
mengiritasi mata, hidung dan tenggorokan dan penyebab sakit kepala. CO
beraffianitas tinggi terhadap Hb sehingga mampu mengganti O2 dalam darah yang
menuju ke sistem pembuluh darah dan jantung serta persarafan.
Pb menghambat sistem pembentukan Hb dalam darah merah, sumsum
tulang, merusak fungsi hati dan ginjal dan penyebab kerusakan syaraf.
Pengaruh-pengaruh langsung dari polusi udara terhadap kesehatan manusia
tergantung pada; intensitas dan lamanya pemaparan, juga status kesehatan
penduduk yang terpapar.
Pemantau Kualitas Udara
Pada tahun 1960 an pengenalan zat-zat pencemar alam yang ada dimanamana
seperti: SO2, NO & NO2, CO, SPM, Pb dan O3 di udara perkotaan, serta
tertarik akan pengaruh yang merugikan bagi kesehatan manusia mendorong
Institusi-institusi untuk mengatur pemantauan jaringan guna pengukuran rutin
kualitas udara perkotaan.
Standard-standard kualitas udara Nasional dan bentuk-bentuk lain dari
Undang-undang juga diperkenalkan untuk melindungi kesehatan manusia. Banyak
dinegara-negara maju UU dan pemantauan pada mulanya difokuskan terhadap SO2
dan SPM, sejak akhir tahun 1970 sejalan dengan datangnya dan peningkatan jumlah
kenderaan bermotor yang merupakan sumber polusi udara yang penting seperti: CO,
NO & NO2 dan Pb, perkembangan jaringan pemantau polutan kualitas udara dari lalu
lintas dilakukan secara rutin.
Pada tahun 1980, pemantau udara secara tradisioil didirikan di negara-negara
berkembang, khususnya di Asia dan Amerika Selatan. Saat sekarang ini perhatian
besar ditujukan terhadap pemantauan oksidan fotokimia, O3 dan VOCs.
Walaupun alat ini tidak begitu banyak berkembang, hanya sedikit negara
yang rutin memonitor O3 sebagai pedoman dari polusi fotokimia. Untuk zat polutan
VOCs jarang digunakan karena sulitnya data tentang zat ini diperoleh.
Sebagai kunci dari prioritas pemantauan zat polutan adalah resikonya
terhadap kesehatan manusia. Pusat monitor hanya memantau data-data tentang
tingkat polusi udara di saat tertentu dan contoh tempat tertentu.
Bahkan pada negara-negara maju dengan tingkat industri tinggi umumnya
hanya terbatas pada pengamatan lokasi secara rutin.
Pada tahun 1980,pemantau udara secara tradisionil didirikan negara-negara
belum berkembang,khusus di Asia dan Amerika Selatan. Saat sekarang ini perhatian
besar ditujukan terhadap pemantau oksidan fotokimia,O3 dan VOCs.
Walaupun alat ini tidak begitu banyak berkembang,hanya sedikit negara yang
rutin memonitor O3 sebagai pedoman dari polusi fotokimia. Untuk zat polutan
VOCsjaramg digunakan karena sulitnya data tentang zat ini diperoleh. Sebagai kunci
dari prioritas pemantauan zat polutan adalah resikonya terhadap kesehatan
manusia. Pusat monitor hanya memantau data-data tentang tingkat polusi udara
disaat tertentu dan contoh tempat tertentu.
Bahkan pada negara-negara maju dengan tingkat industri tinggi umumnya
hanya terbatas pada pengamatan lokasi secara rutin, karena besarnya biaya untuk
mendirikannya. Menurt penilitian WHO dari 60 perusahaan-perusahan didunia,hanya
34 yang memiliki rencana pemantauan sedang yang 16 lagi tidak ada.
Beberapa Kasus Yang Telah dimonitor
1. Beijing ; Dalam musim dingin yang berat,dimana sumber polusi udara berasal
dari pemanasan rumah – rumah, dengan penduduknya yang sangat padat
(27000/km2 ditahun 1990) sebagai bahan bakar utama adalah arang
batubara yang mempunyai konsentrasi SO2,SPM dan CO yang tinggi.
2. Pemantauan kualitas udara di India yang dipantau oleh jaringan NEER
(National Environmental Engineering Research Institute),sebagai parameter
adalah ; SPM,SO2,NO2,HS, dan O3 yang berasal dari daerah – daerah
industri.
3. Kairo ; Debu yang terkira banyaknya, dengan iklim gurun dan panas
tinggi,curah hujan hanya 22mm rata-rata pertahunnya GMS memantau
TSP(500-1100 ug/m3) dan SPM. Emisi berasal dari proses
pembakaran,industri, pabrik semen dan lainnya. Emisi asap mobil diestimasi
sampai 1200 ton/ tahun. Dijumpai lebih dari 450 pabrik industri metal,
keramik, gelas,testil dan plastik.
4. Los Angeles ; lalu lintas dan kabut asap dengan estimasi penduduk tahun
2000 sebesar 10,91 juta, mempunyai iklim mediteranian dikelilingi oleh
pegunungan. Hanya sedikit industri berat yang dijumpai, sebab baja dan
pabrik pembuatan mobil terdapat didaerah – daerah. Mobil dan kendaraan
bermotor merupakan sumber berpolusi utama ; asap, O3 yang dibentuk oleh
fotokimia dari kendaraan bermotor,NO&NO2 serta VOCs
5. Mexiko City ; letak topografi yang salah dengan populasi 19,37 juta ditahun
1990 dan ketinggian dari permukaan tanah 2240 meter, dikelilingi 0leh
pegunungan dengan tinggi 5000 meter dan mempunyai > 30.000 industri
dengan berbagai ukuran dan tipe. 4000 dipakai pembakaran atau proses
transformasi yang mengelaurkan emisi ke udara.
KESIMPULAN
Banyak kota-kota besar didunia kualitas udaranya memburuk karena
tercemar oleh; zat-zat pencemar yang sumbernya berasal dari pabrik-pabrik industri,
dan kendaraan bermotor, proses pembakaran,pembuangan limbah padat.zat-zat
pencemar yang paling sering dijumpai adalah: So2, NO dan NO2, Pb, SPM, O3 dan
CO untuk memonitor zat-zat polutan ini, WHO (tahun 1974) telah bekerjasama
dengan global Environment monitoring System (=GEMS) bagian udara. Faktor-faktor
yang mempengaruhi distribusi dan transport zat polutan ini adalah: letak topografi
daerah, intensitas dan pemaparan, arah angin, suhu dan cuaca. Dampak yang paling
utama adalah terhadap kesehatan manusia terutama pada sistem pernapasan,
pembuluh darah, persarafan, hati dan ginjal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar