CHATBOX

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!
Get your own Chat Box! Go Large!
Indonesian Radio Online
http://www.focus.co.id/images/yahoo-icon.png

02 Februari, 2009

Ayam Buras

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Sekarang ini, pertumbuhan penduduk semakin pesat. Begitu juga dengan permintaan sembako atau bahan makanan yang semakin meningkat terutama ayam baik telur maupun dagingnya. Oleh karena itu,pemerintah menekan perkembangan sektor manfaat IPTEK yang semakin berkembang faktor pengelolaan ternakpun menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan karena dengan pengelolaan ternak yang baik akan menghasilkan ternak-ternak yang unggul dan berkualitas.
Namun, sedikit sekali peternak yang mau berternak ayam buras secara intensif, tapi pada saat ini kebanyakaan pemeliharaan ayam buras secara tradisional dilakukan oleh masyarakat. Maka dari itu penulis membuat makalah yang erat kaitannya dengan cara beternak ayam buras yang baik dan sesuai dengan aturan dalam beternak ayam buras.

1.2. PERUMUSAN MASALAH
Di Indonesia,terdapat banyak jenis peternakaan diantaranya peternakaan sapi dan kerbau.Namun peternakan ini membutuhkan modal yang besar dan tempat yang luas.Sehingga banyak masyarakat yang tidak memilih jenis peternakaan ini.Hanya masyarakat yang bermodal besar dan memiliki tempat yang luas saja yang memilih peternakan jenis ini.
Tetapi ada pula beternak yang tidak membutuhkan tempat yang luas dan modal yang besar, salah satunya adalah beternak ayam buras. Dengan memiliki modal yang kecil dan tempat tidak begitu luas kita dapat beternak. Namun kebanyakan masyarakat beternak, hanya sebagai sambilan saja. Tetapi apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh akan membawa keuntungan yang sangat besar bagi orang yang menekuni usaha beternak ini. Oleh sebab itu, kami membuat sebuah makalah yang mana materi dalam makalah tersebut, erat kaitannya dengan beternak ayam buras, sehingga kami membuat makalah dengan judul Usaha Meningkatkan Produktifitas Ayam Buras dalam Menghasilkan Telur.

1.3. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari pada penelitian yaitu untuk mengetahui cara pemeliharaan yang baik agar beternak ayam buras dapat menjadi salah satu usaha yang popular ditengah-tengah masyaraka. Dan memberikan pedoman atau acuankepada peternak tradisional untuk beternak secara intensif agar dapat meningkatkan taraf hidup.

1.4. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat daripada penelitian yaitu agar masyarakat mepunyai pengetahuan mengenai cara beternak ayaqm buras yang baik, khususnya dalam menghjasilkan telur. Mengetahui pedoman atau acuan peternak ayam buras secara intensif agar dapat meningkatkan taraf hidup.

1.5. METODOLOGI DAN TEKNIK PENELITIAN
Dalam pembuatan makalah ini, banyak yang kami lakukan. Kami datang ke perpustakaan untuk membaca buku-buku,majalah,koran,maupun tabloid untuk mencari data-data atau informasi yang berkaitan dengan cara beternak ayam buras yang baik serta cara memelihara ayam buras.Dengan metode kepustakan ini alhamdulillah, kami mendapatkan data-data atau informasi yang kami perlukan dan kami juga mencari data-data atau informasi dari internet.
Selain itu, kami mengunjungi seorang peternak ayam buras dan mewawancarainya melalui tanya jawab seputar permasalahan berkaitan dengan pemeliharan ayam buras yang baik. Dalam wawancara tersebut peternakpun menjelaskan langtkalangkah nyang harus dilakukan dalam pemeliharaan ayam buras. Selain bertanya kepada peternak kamipun bertanya kepada masyarakat sekitar untuk memperoleh pernyataan yang kami peroleh selama ini. Akhirnya dengan cara obsrvasi ini kami mendapatkan data-data atau informasi yang kami perlukan.




BAB II
LANDASAN TEORI DAN DATA
A. Landasan Teori
II.a. Mengenal Ayam Buras
Ayam petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Asal mula ayam unggas adalah berasal dari ayam hutan dan itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak. Tahun demi tahun ayam hutan dari wilayah dunia diseleksi secara ketat oleh para pakar. Arah seleksi ditujukan pada produksi yang banyak, karena ayam hutan tadi dapat diambil telur dan dagingnya maka arah dari produksi yang banyak dalam seleksi tadi mulai spesifik. Ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging dikenal dengan ayam broiler, sedangkan untuk produksi telur dikenal dengan ayam petelur. Selain itu, seleksi juga diarahkan pada warna kulit telur hingga kemudian dikenal ayam petelur putih dan ayam petelur cokelat. Persilangan dan seleksi itu dilakukan cukup lama hingga menghasilkan ayam petelur seperti yang ada sekarang ini. Dalam setiap kali persilangan, sifat jelek dibuang dan sifat baik dipertahankan (“terus dimurnikan”). Inilah yang kemudian dikenal dengan ayam petelur unggul. Menginjak awal tahun 1900-an, ayam liar itu tetap pada tempatnya akrab dengan pola kehidupan masyarakat dipedesaan. Memasuki periode 1940-an, orang mulai mengenal ayam lain selain ayam liar itu. Dari sini, orang mulai membedakan antara ayam orang Belanda (Bangsa Belanda saat itu menjajah Indonesia) dengan ayam liar di Indonesia. Ayam liar ini kemudian dinamakan ayam lokal yang kemudian disebut ayam kampung karena keberadaan ayam itu memang di pedesaan. Sementara ayam orang Belanda disebut dengan ayam luar negeri yang kemudian lebih akrab dengan sebutan ayam negeri (kala itu masih merupakan ayam negeri galur murni). Ayam semacam ini masih bisa dijumpai di tahun 1950-an yang dipelihara oleh beberapa orang penggemar ayam. Hingga akhir periode 1980-an, orang Indonesia tidak banyak mengenal klasifikasi ayam. Ketika itu, sifat ayam dianggap seperti ayam kampung saja, bila telurnya enak dimakan maka dagingnya juga enak dimakan. Namun, pendapat itu ternyata tidak benar, ayam negeri/ayam ras ini ternyata bertelur banyak tetapi tidak enak dagingnya.
Ayam yang pertama masuk dan mulai diternakkan pada periode ini adalah ayam ras petelur white leghorn yang kurus dan umumnya setelah habis masa produktifnya. Antipati orang terhadap daging ayam ras cukup lama hingga
menjelang akhir periode 1990-an. Ketika itu mulai merebak peternakan ayam broiler yang memang khusus untuk daging, sementara ayam petelur dwiguna/ayam petelur cokelat mulai menjamur pula. Disinilah masyarakat mulai sadar bahwa ayam ras mempunyai klasifikasi sebagai petelur handal dan pedaging yang enak. Mulai terjadi pula persaingan tajam antara telur dan daging ayam ras dengan telur dan daging ayam kampung. Sementara itu telur ayam ras cokelat mulai diatas angin, sedangkan telur ayam kampung mulai terpuruk pada penggunaan resep makanan tradisional saja. Persaingan inilah menandakan maraknya peternakan ayam petelur.
Ayam kampung memang bertelur dan dagingnya memang bertelur dan dagingnya dapat dimakan, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai ayam dwiguna secara komersial-unggul. Penyebabnya, dasar genetis antara ayam kampung dan ayam ras petelur dwiguna ini memang berbeda jauh. Ayam kampung dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa baiknya. Sehingga ayam kampung dapat mengantisipasi perubahan iklim dengan baik dibandingkan ayam ras. Hanya kemampuan genetisnya yang membedakan produksi kedua ayam ini. Walaupun ayam ras itu juga berasal dari ayam liar di Asia dan Afrika.
II.b. Perbedaan Ayam Buras dengan Ayam Ras
Ayam buras sudah dikenal masyarakat Indonesia dan penyebarannyapun telah
merata terutama di pedesaan. Karena perawatannya mudah, daya tahan hidupnya cukup
tinggi, adaptasi dengan lingkungan dan makanan mudah serta lebih digemari masyarakat
karena baik daging maupun telurnya memiliki cita rasa yang lebih disukai dibandingkan
ayam ras. Pengembangan ayam buras saat ini sudah diarahkan sebagai penghasil daging
dan telur konsumsi, meskipun mengalami berbagai kendala, antara lain : rendahnya
produksi, terbatasnya managemen pemeliharaan, dan tingginya variasi genetik ayam itu sendiri. Pemeliharaan ayam buras tidak memerlukan modal yang besar , tetapi beternak ayam ras memerlukan modal yang besar karena pemeliharaannya yang sangat intensif. Selain itu, ayam ras tidak tahan terhadap penyakit misalnya ada salah satu ayam yang terserang penyakit maka dalam waktu singkat seluruh ayam akan terjangkit akhirnya mati dan menimbulkan kegagalan. Akibat kelemahan yang dimiliki ayam ras mengakibatkan banyak pemula yang jera karena mengalami kegagalan pada pemeliharaan ayam ras pertama kali Ayam buras tidak mudah terseranng penyakit bahkan ayam jenis ini tergolong jenis hewan yang mudah untuk dipelihara.Karena sifatnya yang luwes dancepat beradaptasi dengan lingkungan dan makanan. Artinya ayam buras bias menyesuaikan diri dengan kehidupan kita, bila kita mengkonsumsi jagung maka ayampun bias makan jagung. Dengan demikian tidak ada lagi sisa makanan yang terbuang percuma. Namun dalam pemeliharaan yang intensif anak ayam yang berusia 0-2 bulan hendaknya diusahakan diberi makanan kinsentrat dan lain sebagainya demi memacu pertumbuhan ayam.
Jenis ayam kampong yang diternakan sebagai petelur ialah ayam buras yang selama ini dipelihara masyarakat. Beternak ayam kampong jenis petelur apabila dikelola dengan serius dan intensif akan membuahkan hasil yang memuaskan dan bisa dijadikan usaha untuk menambah penghasilan. Jenis-jenis ayam kampong yang sering dipelihara masyarakat antara lain :
a. Ayam Bangkok
Dinamakan ayam Bangkok karma berasal dari Thailand, khususnya daerah-daerah disekitar Bangkok, masuk ke Indonesia sebagai ayam aduan sehingga harganya sangat mahal, akibatnya banyak orang yang suka akan ayam ini dengan cirri-ciri:
- Tubuh tegap besar, tinggi kira-kira 50-60 cm.
- Paruh kuat,bagian atasnya melengkung ke bawah, berwarna kehitaman.
- Sayap kokoh dihiasi bulu hitam kemerah-merahan.
- Daging padat.
- Pemberani dan pantang menyerah jika sedang berlaga.
TipeAyam Hias
Ayam ini biasanya hanya diternakan untuk hiasan karma bulunya yang bagus atau kokonya yang yaring. Yang biasa dipelihara biasanya;
b. Ayam Pelung
Ayam ini berasal dar daerah-daerah sekitar cianjur (jawa barat) biasanya ayam ini mempunyai kokok yang bagus sehingga sangat diminati dengan cirri-ciri:
- Postur tegap berukuran sedang.
- Jengger clipir dengan beberapa gerigi, bagian bawahparuh terdapat dua buah pial yang agak panjang.
- Warna bulu beraneka ragam.
- Suara pejantan ngebas, nyaring danpanjang.
Tipe Ayam Petelur
Jenis ayam petelur yang dipelihara untuk menghasilkan telur sebagai komoditi utama jenis telur ayam buras sangat diminati oleh masyarakat karma lebih banyak mengandung un sunsur-unsur protein dan dan lemak lebih rendah dari telur ayam ras salah satu jenis ayam ini adalah:
c. Ayam Kedu
Dinamakan ayam jedu karma terdapat didaerah kedu (jawa tengah jenis ini bukan hanya dapat menghasilkan telur juga dapat sebagai ayam Aduan, Pedaging dengan cirri-ciri:
- Ukuran lebih besar dari ayam buras lainnya .
- Pejantan mengarah kepada jenis ayam aduan.
- Jenggrnya clipir bergerigi, jumlah gerigi sebanyak tujuh buah.
- Pial agak panjang .
- Tahan terhadap serangan penyakit Ekor betina sedikit naik keatas.
Dan masih terdapat berapa jenis lain dari tipe petelur ini yang saat ini banyak dipelihara peternak seperti; Ayam banten, Ayam ciparage, Ayam bali, Ayam sumatera, ayam nunukan, yang merupakan peng hasil telur yang sangat baik.
Tipe Ayam Pedaging
Ayam pedaging merupakan ayam yang sangat banyak dibutuhkan pada saat ini karma memiliki rasa yang has lain dari ayam ras dan memiliki kekenyalan daging yang lebih a lot dibandingkan dengan ayam ras salah satu jenisnya:
d. Ayam jawa
Jenis ayam ini merupakan jenis ayam yang banyak beredar pada saat ini umumnya didaerah pedesaan seperti ayam kedu, ayam cianjur, ayam karawang, ayam tukung, ayam trondol, ayam sumatera, ayam Kalimantan.dalam jangka waktu pemeliharaanh antara 3-4 bulamn ayam buras sudah mencapai berat 2 kg dan sudah dapat dipasarkan dengan harga yang cukup lumayan untuk ciri- ciri ayam buras pedaging ini dapat kita lihat dalam kehidupan kita sehari- yang bayak terdapat disekitar kita.
Untuk memperoleh bibit ayam buras pada saat ini untuk daerah pekanbaru sangat mudah sekali karma sudah ada perusahaan hendcri yang menetaskan anak ayam atau dengan penetasan secara tradisional yang banyak dilakukan nseperti saat ini klemampuan induk ayamj ini untuk menetaskan telurnya 10-15 butir per priode penetasan sangat banyak.



II.c. Pemeliharaan Ayam
a.Pemilihan Induk
Ciri-ciri induk yang baik :
a. Mata bersinar cerah dan hidup
b. Kedua sayap simetris dan lebar
c. Gelambir, pial dan jengger berwarna merah segar
d. Kuku dan paruh pendek
e. Bentuk kepala dilihat dari muka tampak pipih
f. Jarak antara kedua tulang duduk selebar dua jari, sedangkan jarak antara tulang dada dengan tulang duduk selebar 3 – 4 jari.
g. Gerakan lincah, gesit
h. Secara klinis sehat.
Ayam betina (petelur) yang baik
- Kepala halus.
- Matanya terang/jernih.
- Mukanya sedang (tidak terlalu lebar).
- Paruh pendek dan kuat.
- Jengger dan pial halus.
- Badannya cukup besar dan perutnya luas.
- Jarak antara tulang dada dan tulang belakang ± 4 jari
b. Ciri-ciri pejantan unggul :
a. Bentuk tubuh besar, kokoh dengan tulang yang kuat
b. Mata bersinar terang
c. Kemampuan seksual tinggi
d. Secara klinis sehat
b. Pemeliharaan kandang
Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara. Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.

Faktor-fakor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang, yaitu:
1. Struktur kandang
Atap :
o Bahan atap yang baik cepat menyerap dan menghantarkan panas. Berdasarkan pengalaman genting lebih baik dari pada seng atau asbes,
o Atap kandang harus menjulur keluar agar dapat melindungi bagian halaman kandang sehingga dapat mengurangi cahaya panas pada dinding kandang,
o Atap bentuk monitor menjadikan sirkulasi udara lebih lancar sehingga kandang menjadi lebih sejuk. Selain itu juga membantu mengeluarkan debu dan amonia dari dalam kandang
Dinding :
o Dinding kandang berfungsi membatasi ayam agar tidak berkeliaran, melindungi ayam dari hembusan angin maupun hewan pemangsa (predator).
o Untuk kandang sistem terbuka bahan dinding dapat berupa bilah bamboo atau kawat harmonica. 0
Lantai :
o Lantai berfungsi sebagai tempat berpijak sekaligus tempat penampungan kotoran.
o Penggunaan lantai renggang (slat) sebagai lantai kandang broiler menyebabkan sirkulasi udara lebih baik dan mengurangi kontak antara ayam dengan kotoran. Ketinggian lantai renggang (slat) dari tanah minimal 1,25 m.
2. Jarak antar kandang
Jarak antar kandang minimal 1 kali lebar kandang atau ± 7 m. Jarak kandang yang sempit berakibat sirkulasi udara kurang baik apalagi jika terdapat tanaman yang tinggi.
3. Arah kandang
Arah kandang yang baik membujur dari timur ke barat atau sebaliknya. Tujuannya mengurangi intensitas sinar matahari masuk ke dalam kandang. Sinar yang masuk sedikit tapi lebih kontinyu.
4. Pagar pengaman
Pagar mengelilingi seluruh lokasi kandang berfungsi membatasi masuknya hewan lain ataupun orang yang tidak berkepentingan.
Macam-macam Kandang Ayam :
Berdasarkan konstruksi lantainya, kandang ayam broiler dapat dibedakan menjadi:
1. Sistem lantai rapat (Full litter)
Kandang sistem ini mempunyai lantai rapat yang diatasnya ditaburi bahan organik yang disebut litter. Bahan yang digunakan untuk litter harus memenuhi syarat yaitu : harus kering, daya serap tinggi (porous), tidak berbau dan tidak berdebu. Oleh karena itu bahan yang sering digunakan untuk litter biasanya adalah sekam, potongan jerami, serutan kayu, rumput kering dan lain-lain.


Keunggulan kandang full litter, antara lain :
dapat memelihara semua jenis ayam (broiler, layer, broiler/layer breeder),
mengurangi problem kaki lecet bagi ayam ,
mengurangi kanibalisme dan biaya investasi awal relative lebih murah.
Namun kelemahannya adalah rawan terhadap masalah-masalah yang berhubungan dengan kualitas litter termasuk penyakit coccidiosis, cacing dan lain-lain, rawan terhadap heat stress dan kepadatan kandang per m2 rendah.
2. Sistem lantai renggang (Full slat)
Kandang sistem ini mempunyai lantai renggang, terbuat dari bilah bambu, kayu atau kawat yang diatur pada jarak tertentu sehingga kaki ayam tidak terperosok. Keunggulan kandang full slat yaitu: kotoran ayam jatuh ke kolong kandang sehingga lantai tetap kering dan tidak kotor. Hal ini dapat mengurangi resiko terkena penyakit yang berhubungan dengan kotoran dan litter. Selain itu, tekanan stress karena panas (heat stress) berkurang dan kepadatan kandang lebih tinggi. Investasi awal relative lebih mahal dan tidak memungkinkan digunakan untuk memelihara broiler breeder.


3. Kombinasi litter dan slat
Lantai kandang ini sebagian berlantai rapat dan sebagian berlantai renggang. Pada bagian yang berlantai renggang diletakkan tempat pakan dan minum. Kotoran ayam (feces) lebih banyak berada di bawah lantai renggang (slat) daripada di litter. Kandang ini baik digunakan pada peternakan pembibitan ayam.
4. Sistem Kandang Koloni (Bateray Cage)
Merupakan kandang individu dan digunakan untuk memelihara ayam petelur (layer) produksi. Konstruksi lantai renggang dan miring, sehingga kotoran jatuh ke bawah lantai sedangkan telurnya akan bergulir keluar sehingga terbebas dari upaya pematukan telur dan memudahkan pengambilan telur.
Secara garis besar dikenal beberapa type kandang ayam:
1. Kandang sistem terbuka (open house system)
2. Kandang sistem tertutup (close house system)
3. Kandang terbuka pada bagian depan
4. Kandang dengan dinding tirai
5. Kandang panggung
6. Kandang diatas kolam
7. Kandang dengan koridor ditengah
Kandang Sistem Panggung
Kandang broiler yang banyak ditemukan di Indonesia adalah kandang terbuka dengan sistem lantai renggang (Full Slat) atau system panggung yang mempunyai rancang bangun sebagai berikut:
a. Panjang 50 – 100 m dengan lebar 7 – 10 m. Kandang dengan lebar lebih besar, mengakibatkan pengeluaran udara kotor (air flushing) berjalan lambat.
b. Ketinggian kandang 4 -5 m dengan atap monitor.
c. Bahan kandang dipilih yang menghasilkan efek konduksi paling rendah dan mengisolasi panas paling optimal. Pemilihan bahan kandang berpengaruh terhadap terjadinya heat stress,
d. Untuk memperlancar pertukaran udara dalam kandang, membantu mengeluarkan amonia, CO2 dan kelembaban dari dalam ke luar kandang ditambahkam blower atau kipas angin.
Peralatan Kandang
1. Sistem Pemanas
Untuk membuat suhu dalam kandang stabil maka digunakan berbagai system pemanas. Dengan bertambahnya usia, maka ayam dapat mengembangkan kemampuan mereka untuk mengatur suhu badan secara sendiri. Oleh karena itu kurang lebih 14 hari, pemanas ruangan akan menjadi sumber pemanas utama.
Berbagai sistem pemanas yang biasa digunakan peternak untuk pemeliharaan DOC (Day Old Chicken = anak ayam umur sehari) dan anak ayam adalah:
a. Lampu Bohlam/dop
Digunakan untuk menghangatkan sejumlah kecil DOC dengan cara menggantungkan lampu bohlam 60 atau 100 watt. Fungsi bohlam lebih kearah penerangan karena untuk pemanas membutuhkan energi yang besar sehingga dari segi biaya tidak menguntungkan. Disamping itu, diperlukan pemanas alternatif untuk mengantisipasi terjadinya listrik padam dan juga bohlam mudah pecah. Kelebihan menggunakan bohlam adalah tidak membutuhkan oksigen, tidak beresiko kebakaran dan mudah diatur untuk memperoleh panas yang dibutuhkan.
b. Lampu dan kompor minyak tanah
Sumber pemanas lain yang digunakan adalah lampu minyak tanah dan kompor. Lampu minyak tanah merupakan pemanas sederhana yang digunakan untuk menghangatkan sejumlah kecil DOC. Sedangkan kompor merupakan satu rangkaian seperti yang digunakan penjual bakso keliling dilengkapi dengan seng/plat besi yang digantung diatasnya. Bila kompor dinyalakan akan memanasi seng sehingga panas yang dihasilkan bisa memanasi area yang lebih luas.
Keduanya mempunyai kelemahan, yaitu beresiko tinggi menyebabkan kebakaran sehingga membutuhkan pengawasan lebih banyak, menghasilkan CO2 sehingga memerlukan ventilasi yang baik untuk sirkulasi udara dan harga minyak tanah yang mahal. Namun kelebihan pemanas ini investasinya murah, juga berfungsi sebagai penerangan dan tidak terpengaruh pemadaman listrik.
c. Tungku batu bara dan tungku serbuk kayu
Prinsip kerja keduanya relatif sama yaitu tungku yang diisi batubara atau serbuk kayu. Bedanya bila menggunakan batubara bentuk tingku bila diisi akan menyisakan ruang untuk sirkulasi udara sedangkan bila diisi serbuk kayu harus dipadatkan namun dengan bantuan cetakan akan terbentuk saluran yang fungsinya juga untuk sirkulasi udaya (O2) yang membuat api bisa menyala.
d. Pemanas infra merah (gas)
Dengan bahan bakar gas (LPG), api akan membakar keramik sampai membara. Bara inilah yang menghasilkan infra merah
Dari berbagai sumber pemanas tersebut yang paling aman adalah pemanas infra merah berbahan bakar gas (infra red heater) dengan berbagai merek, diantaranya merk Gasolec atau IGM karena memiliki keunggulan :
Dilengkapi dengan alat pengaman (safety device) yang berfungsi mengamankan dengan menghentikan supply gas jika terjadi padam nyala api, sehingga bisa mencegah terjadinya kebakaran kandang.
Tinggi rendahnya suhu dapat diatur berdasarkan kebutuhan dan kondisi kandang.
Cara mengoperasikan mudah, efesien dan daya tahan peralatan lebih lama (5 tahun) dibanding pemanas lain masa pakainya hanya 1 tahun.
Tempat pakan
Pembagian pakan dan dekatnya jarak tempat pakan (feeder) dengan unggas merupakan hal penting untuk mencapai target tingkat konsumsi pakan. Sistem pemberian pakan :
a. Tempat pakan manual; berbagai macam tempat pakan manual yaitu:
tempat pakan memanjang (long feeder), dengan standar 5 cm/ekor
tempat pakan bundar (round feeder), dengan standar 2 cm/ekor
tempat pakan nampan (tray feeder), umumnya digunakan minggu pertama dengan standart pada hari I yaitu 1 nampan untuk 100 ekor .
b. Tempat pakan otomatis (Chain feeder dan pan feeder)
Tempat pakan nampan digunakan pada fase brooding yang secara perlahan-lahan diganti dengan tempat pakan gantung. Untuk mencegah pakan tumpah bentuk tempat pakan mempunyai “bibir” serta ruji agar ayam tidak mengais pada tempat pakan; tinggi tempat pakan digantung tapi piringannya masih menempel di lantai; pengisian pakan sepertiga tinggi piringan
2. tempat minum
Penyediaan air yang bersih dan dingin secukupnya merupakan hal yang utama untuk memperoleh pertumbuhan broiler yang baik.
a. Tempat minum manual
Tempat minum berupa long drinker atau round drinker harus digantung dan pastikan tinggi bibir tempat minum sejajar dengan bagian punggung ayam bila ayam bediri. Tempat minum ini harus memiliki sekurang-kurangnya 1 cm/ayam.
b.Tempat minum otomatis
Tempat minum yang banyak digunakan adalah tempat minum bulat baik manual maupun otomatis dengan bentuk menyerupai bel (automatic bell drinker), Nipples, drink cups, hanging automatic waterer. Ketinggian tempat minum diatur setinggi punggung ayam,demikian pula tinggi air pada tempat minum yang diatur sesuai besar ayam. Pada tempat minum otomatis kebutuhan tersebut bisa diatur dengan mudah.

Kegiatan persiapan kandang untuk menyiapkan kandang layak huni sebagai berikut:
1. Mengeluarkan sisa-sisa pakan
Sisa-sisa pakan tidak dapat digunakan untuk pemeliharaan periode selanjutnya, karena telah disimpan terlalu lama sehingga mungkin berjamur atau mengandung spora jamur. Selain itu kontaminasi penyakit mungkin sekali terjadi.
2. Litter dan kotoran segera dikeluarkan dari lingkungan kandang.
Semua peralatan dikeluarkan, dicuci atau dibersihkan kemudian
didesinfeksi.
3. Debu maupun sarang laba-laba yang menempel pada atap dan dinding dibersihkan.
4. Bersihkan kotoran yang menempel pada celah-celah slat yang sulit dijangkau
5. Cuci seluruh bagian kandang dengan detergent, semprot dengan air bertekanan tinggi, bilas sampai bersih. Kotoran dan sabun dapat mempengaruhi kerja desinfektan
6. Bersihkan sisa-sisa kotoran dikolong maupun sekitar lingkungan kandang
7. Desinfeksi kandang
Setelah tahapan desinfeksi kandang selesai, saatnya istirahat kandang. Istirahat kandang minimal selama 14 hari dihitung mulai saat kandang didesinfeksi.
c. Pemberian Pakan
Mengingat kapasitas produksi dan pertumbuhan ayam buras lebih rendah
dibandingkan ayam ras, maka dalam memberi pakan ayam buras sebaiknya dipilih dari bahan-bahan yang mudah didapat, murah harganya dan nilai gizinya memadai.
A.an Pakan Nabati
Bahan pakan nabati adalah bahan pakan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Bahan pakan nabati ini umumnya mempunyai serat kasar tinggi, misalnya dedak dan daun-daunan yang suka dimakan oleh ayam buras.
Disamping itu bahan pakan nabati banyak pula yang mempunyai kandungan protein tinggi seperti bungkil kelapa. bungkil kedele dan bahan pakan asal kacang-kacangan. Dan tentu saja kaya akan energi seperti jagung.
1. Dedak halus
Dedak sebagai limbah penggilingan padi banyak terdapat di Indonesia karena
Indonesia merupakan negara penghasil padi. Pada saat musim panen, dedak mudah diperoleh dan murah harganya. Dedak sebagai bahan pakan ternak luas penggunaannya, dapat digunakan sebagai bahan pakan berbagai jenis dan tipe ternak. Dedak halus dibedakan antara dedak halus pabrik dan dedak halus kampung.
Dedak halus kampung mengandung lebih banyak serat kasar dibandingkan dedak halus pabrik, serta kandungan proteinnya hanya 10,1 %, sedangkan dedak halus pabrik mengandung protein 13,6%. Sedangkan kandungan lemaknya tinggi, sekitar 13%, demikian juga serat kasarnya kurang lebih 12%. Oleh karena itu penggunaan dedak halus dalam pakan ayam buras sebaiknya tidak melebihi 45%. Bila beras yang sudah putih digiling kembali, maka akan didapatkan limbah berupa bekatul dengan kandungan proteinnya 10,8%, ini dapat juga digunakan sebagai bahan pakan ayam buras.
2. Jagung
Jagung sebagai pakan ayam buras sudah sejak lama digunakan. Jagung
mengandung protein agak rendah (sekitar 9,4%), tetapi kandungan energi
metabolismenya tinggi. (3430 kkal/kg). Oleh karena itujagung merupakan sumber energi yang baik. Kandungan serat kasarnya rendah (sekitar 2%), sehingga memungkinkan jagung dapat digunakan dalam tingkat yang lebih tinggi. Jagung kuning mengandung pigmen karoten yang disebut "xanthophyl". Pigmen ini memberi warna kuning telur yang bagus dan daging yang menarik, tidak pucat.
3. Bungkil Kelapa
Bungkil kelapa merupakan limbah dari pembuatan minyak kelapa dapat digunakan sebagai pakan lemak. Indonesia kaya akan pohon kelapa dan banyak mendirikan pabrik minyak goreng, sehingga bungkil kelapa banyak tersedia kandungan protein cukup tinggi sekitar 21,6% dan energi metabolis sekitar 1540 - 1745 Kkal/Kg. Tetapi bungkil kelapa ini miskin akan Cysine dan Histidin serta kandungan lemaknya tinggi sekitar 15%. Oleh karena itu penggunaan dalam menyusun ransum tidak melebihi 20%, sedang kekurangan Cysine dan Histidin dapat dipenuhi dari tepung itu atau Cysine buatan pabrik. Secara umum bungkil kelapa berwarna coklat, ada coklat tua ada coklat muda terang sebaiknya dipilih bungkil kelapa yang berwarna coklat muda atau coklat terang. Inilah yang kita pilih. Bungkil Kelapa mudah dirusak oleh jamur dan mudah tengik, sehingga harus hati-hati dalam menyimpannya.
4 Singkong/Ketela Pohon
Parutan singkong mentah dapat dijadikan bahan pakan pokok ayam buras yang
dipelihara secara intensif. Singkong dapat diberikan dalam bentuk mentah (segar) ataupun setelah melalui pengolahan misalnya gaplek atau aci. Penggunaan tepung gaplek dalam ransum tidak lebih dari 40%. Dcalam bentuk mentah, singkong sebaiknya digunakan dalam tempo 24 jam setelah masa panennya. Lebih dari tempo itu maka nilai gizinya akan menurun (rusak). Selain umbinya, daun singkong juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ayam buras, baik dalam bentuk tepung ataupun dalam bentuk segar (sebagai hijauan). Tepung daun singkong ini dapat menggantikan kacang hijau dan kedelai sampai jumlah 8%.
5. Bungkil kedelai.
Kacang kedelai mentah tidak dianjurkan untuk dipergunakan sebagai pakan ayam karena kacang kedelai mentah mengandung beberapa trypsin, yang tidak tahan terhadap panas, karena itu sebaiknya kacang kedelai diolah lebih dahulu.
Bungkil kedelai merupakan limbah pembuatan minyak kedelai, mempunyai kandungan protein ± 42,7% dengan kandungan energi metabolisme sekitar 2240 Kkal/Kg, kandungan serat kasar rendah, sekitar 6%. Tetapi kandungan methionisne rendah. Penggunaan bungkil kedelai dalam ransum ayam dianjurkan tidak melebihi 40%, sedang kekurangan methionisme dapat dipenuhi demi tepung ikan atau methionisme buatan pabrik.
6. Daun lamtoro.
Pemberian daun lamtoro mesti hati-hati karena daun lamtoro mengandung alkoloid yang beracun dengan nama mimosin. Pemberian tepung daun lamtoro dalam jumlah yang banyak akan mengakibatkan ayam berhenti bertelur. Karena itu, kendatipun kandungan protein daun lamtoro cukup tinggi (22,30%), dalam penggunaannya dianjurkan tidak melebihi dari 5% dalam pakan ayam.
7. Daun turi.
Tepung daun turi sudah biasa dipergunakan dalam pakan ayam. Daun turi yang
berbunga merah mengandung kadar protein sekitar 31,68%, sedangkan daun turi yang berbunga putih mengandung kadar protein 40,62%.
B. Bahan Pakan Hewani.
Bahan pakan asal hewan ini umumnya merupakan limbah industri, sehingga
sifatnya memanfaatkan limbah. Bahan pakan hewani yang biasa digunakan adalah tepung ikan, tepung tulang, tepung udang dan tepung kerang. Beberapa bahan pakan hewan yang lain adalah cacing, serangga, ulat dll. Bahan-bahan pakan ini ditemukan ayam yang dipelihara secara intensif, cacing, serangga dan lain-lain tidak diberikan. Tetapi bekicot yang banyak didapat di musim hujan, sudah mulai diternakkan, merupakan bahan pakan alternatif yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein pada ransum ayam.

1.Tepung Ikan.
Tepung ikan merupakan bahan pakan yang sangat terkenal sebagai sumber protein yang tinggi. Tetapi perlu diketahui bahwa kandungan gizi tepung ikan ini berbeda, sesuai dengan jenis ikannya. Disamping jenis ikan, proses pengeringan ikan juga mempengaruhi kualitas tepung ikan tersebut. Ada beberapa macam proses pengeringan, yaitu pengeringan matahari, pengeringan vacum, pengeringan dengan uap panas dan pengeringan dengan pijar api sesaat. Pengeringan matahari merupakan proses termudah dan termurah, tetapi juga rendah kadar proteinnya. Tepung ikan lokal yang bersumber dari sisa industri ikan kalengan atau limbah tangkapan nelayan dan hanya dijemur dengan panas matahari mempunyai kandungan protein kasar hanya 51-55%. Selain sebagai sumber protein dengan asam amino yang baik, tepung ikan juga merupakan sumber mineral dan vitamin. Dengan kandungan gizi yang sangat baik ini maka tak heran bila harganyapun mahal. Oleh karena itu, untuk menekan harga ransum, pengguna tepung ikan dibatasi dibawah 8%. Di Indonesia, tepung ikan ada beberapa macam baik produk lokal maupun import dengan kualitas yang beragam. Dengan kondisi ini peternak disarankan membeli tepung ikan dari penjual yang terpercaya dan sudah biasa menjual tepung ikan yang baik. Komposisi nutrisi tepung ikan alami dari beberapa jenis ikan.
2. Tepung Udang
Tepung udang berasal dari limbah industri udang, sehingga kualitas gizinya
tergantung dari bagian yang ikut tergiling. Apabila bagian kepala dan kaki ikut tergiling tentu kualitasnya lebih baik daripada hanya
kulit udangnya saja. Kandungan protein tepung udang berkisar antara 43 - 47%.
Tepung udang merupakan bahan pakan alternatif sebagai sumber protein, karena tidak semua tempat tepung udang ini dapat diperoleh.
3. Tepung Tulang
Tepung tulang digunakan sebagai sumber mineral. Tepung tulang umumnya
mengandung Calcium antara 24 - 25% dan Phospor antara 12-15%. Karena fatnya
sebagai pelengkap, pemakaian tepung tulang hanya sedikit.
4. Tepung Kerang
Tepung kerang merupakan sumber Calcium, karena mengandung Calcium hampir
36%. Dengan berkembangnya mineral dan vitamin buatan pabrik, bahan pakan alami sudah banyak ditinggalkan. Tetapi apabila harganya murah dan kesediaannya terjamin, peternak dapat memanfaatkan tepung kerang ini sebagai sumber Calcium untuk ransum ayam burasnya.
5. Bekicot
Bekicot merupakan bahan pakan yang murah sekali karena kita dapat dengan
mudah memperolehnya disekitar lingkungan hidup dan mudah pula membudidayakannya. Hampir 95% dari tubuh bekicot dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ayam, yang terbuang hanyalah kotoran dan lendirnya.
Cara memanfaatkannya adalah sebagai berikut :
- 60 gr bekicot dipuasakan selama 2 hari agar kotorannya habis
- Rendamlah dalam air garam dengan perbandingan 1 liter air dengan 50 gr garam dapur,

kemudian diaduk selama 15 -20 menit.
- Daging bekicot dicuci kemudian masukkan ke dalam air mendidih selama 10 menit (sampai masak).
Daging bekicot dapat diberikan sebagai pakan ayam, baik dalam bentuk basah
(segar), kering ataupun, dalam bentuk tepung, dengan kandungan protein untuk
masing-masingnya adalah sebagai berikut :
a.Dalam bentuk basah (segar) 54,29%
b.Dalam bentuk kering 64,13 %
c.Dalam bentuk tepung 24,80%
Meskipun kandungan protein tepung bekicot tinggi, tetapi pemakaiannya tidak
boleh melebihi 10%. Cangkang bekicot dapat digunakan sebagai pakan tambahan
menggantikan tepung kapur dan grit.
6. Bahan Pakan Pelengkap/Suplemen.
Bahan pakan pelengkap ini merupakan bahan buatan pabrik dan diproduksi untuk
melengkapi zat-zat gizi yang biasanya kurang banyak atau kurang lengkap dikandung oleh bahan pakan alami.
a. Vitamin, merupakan zat gizi yang berfungsi untuk pembentukan tulang, pertumbuhan serta memberikan daya tahan tubuh terhadap penyakit atau infeksi.
b. Mineral, merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang tidak banyak tetapi sangat penting untuk pembentukan alat-alat tubuh antara lain untuk pembentukan tulang (Ca dan P). darah (zat besi/Fe) dan kerabang telur
(Ca dan P)

c. Lysine dan Methionine
Seperti diketahui dalam formula ransum ayam buras, 90% disusun dari bahan pakan nabati yang umumnya tidak mengandung Asam Amino yang imbang. Biasanya bahan pakan nabati ini miskin akan Lysine dan Methionine. Biasanva kekurangan Asam Amino ini dapat diatasi dengan penggunaan tepung ikan pada formula ransum. Tetapi karena harganya mahal penggunaan tepung ikan ini terbatas. sehingga untuk mengatasi kekurangan Asam Amino ini digunakan Lysine dan Methionine buatan pabrik.
Lysine dan Methionine merupakan Asam Amino esensial yang dibutuhkan oleh ternak. Dewasa ini kedua Asam Amino sudah diproduksi dan dikemas sebagai produk siap pakai oleh pabrik.
d. Probiotik, adalah koloni kecil bibit mikroba yang berasal dari lambung sapi, yang dikemas dalam campuran tanah, akar rumput dan daun-daunan atau ranting yang dibusukkan. Mikroba-mikroba tersebut berfungsi sebagai penghuni protein, serat kasar dan nitrogen fiksasi non simbiotik. Dengan menambahkan probiotik tersebut dalam ransum ayam, maka ransum yang digunakan menjadi lebih efisien dan kadar amonia lebih rendah sehingga bau menyengat yang biasanya kita cium disekitar kandang menjadi berkurang karena sifatnya sebagai pengurai.
Penggunaan probiotik ini juga lebih luas, tidak saja sebagai suplemen pada ransum ayam buras tetapi juga digunakan untuk menjinakkan berbagai limbah (yang berbentuk organik) seperti bau spesifik dari septitank, limbah rumah potong dan limbah industri. Seiring dengan perkembangan teknologi, probiotik ini sudah diproduksi secara massal (pabrik) dengan dikemas dalam bentuk siap pakai sehingga menjadi lebih mudah dalam penggunaannya. Aturan penggunaan biasanya sudah disertakan pula dalam kemasannya.Produk ini sudah diperdagangkan dan peternak dapat memperolehnya di Poultry Shop.
Mengenai penggunaan probiotik ini, Balai Informasi Pertanian(BIP)DKIJakarta
pernahmelaksanakan uji adaptif penggunaan suplemen probiotik yang dicampurkan dalam ransum ayam buras petelur (TA 1995/1996). Dengan menambahkan probiotik dalam ransum yang biasa digunakanoleh peternak ternyata hasilnya dapat:
- meningkatkan produksi telur
- penggunaan pakan lebih efisien
- kadar air feses (kotoran) lebih rendah dan bau feses di lingkungan Kandang menjadi berkurang. Secara ekonomis harga probiotik tersebut relatif lebih murah, hanya Rp. 4.000 - Rp. 5.000 per kg. Sedang penggunaannya relatif sedikit, hanya sekitar 25 gr per 1 kg ransum.

TEKNIK MENYUSUN RANSUM DAN PEMBERIANNYA.
Yang dimaksud dengan ransum adalah susunan dari beberapa bahan pakan dengan perbandingan tertentu sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi ternak. Jadi dengan mencampur beberapa jenis bahan pakan diharapkan kandungan gizi ransum sesuai dengan kebutuhan gizi ayam sehingga ayam dapat berproduksi dengan baik. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyusun ransum ayam buras adalah metode coba-coba, metode persamaan simulat, metode matriks dan metode persamaan linear. Macam-macam metode tersebut pada prinsipnya sama, hanya teknis penghitungannya yang berbeda.
Persamaan linear yang banyak digunakan dalam program komputer tentunya lebih
mudah dan cepat dalam menyusun ransum. Dengan metode ini banyak pilihan bahan pakan yang dapat digunakan dalam menyusun ransum sehingga akan didapat kombinasi bahan pakan yang mudah diperoleh di sekitar tempt tinggal peternak, sesuai kebutuhan gizinya dan harga yang termurah.
Yang banyak digunakan orang untuk menyusun ransum ayam buras adalah metode coba-coba. Cara ini relatif mudah bila bahan pakan yang digunakan tidak banyak jenisnya, tetapi pertimbangan harga minimum sulit dilakukan.
Contoh : untuk menyusun ransum ayam buras petelur dengan kadar protein 14%,
kita menggunakan bekatul, jagung, menir, tepung ikan dan bungkil inti sawit. Berdasarkan pengalaman, ransum ayam buras bisa terdiri dari 50% bekatul, 20% jagung dan 10% menir.

2. Cara Pemberian Pakan
Pemberian pakan harus disesuaikan dengan umur atau periode pertumbuhan.
Pada ayam buras ada tiga tahapan dalam pemberian pakan, yaitu periode untuk anak ayam umur 0 - 3 bulan membutuhkan pakan 10 gram makanan/ekor/hari, periode dara umur 3-5 bulan membutuhkan pakan 60 - 70 gram akanan/ekor/hari dan periode dewasa umur lebih dari 5 bulan membutuhkan makanan 80 - 90 gram/ekor/hari.
Pada periode kutuk pakan disediakan dalam wadah yang mudah dicapai tetapi tidak mengakibatkan banyak pakan yang tumpah. Pakan yang diberikan adalah ransum ayam ras starter. Mulai dari umur 7 hari sampai 1 bulan dapat diberikan pakan campuran, yaitu pakan ayam ras starter dicampur dengan katul dan dedak halus dengan perbandingan 1:1 atau memberikan jagung giling halus ditambah katul dengan perbandingan 2:1 dan ditambah protein hewani.
Ayam dara umur 3-5 bulan dan seterusnya akan menguntungkan bila pakan
dicampur sendiri dengan formulasi seperti tabel 3 diatas. Makanan diberikan 2 sampai 3 kali sehari, separuhnya diberikan pada pagi hari dan sisanya diberikan pada siang hari.
d. Masa Panen
Dalam masa panen ada langkah-langkah yang perlu dilakukan. Langkah-langkah yang perlu dilakukan diantaranya :
Mengumpulkan Telur
Ayam buras kebanyakan bertelur setelah ada cahaya matahari. Pada sore hari,
telur- telur tersebut sudah terkumpul. Sebelum pemberian pakan pada sore hari,
telur-telur tersebut dikumpulkan. Letakkan telur dalam rak telur (egg tray)
dengan posisi telur bagian tumpul diletakkan diatas. Kemudian pada page hari berikutnya sebelum pemberian pakan, sisa telur yang belum diambil dikumpulkan.


Membersihkan Telur
Setelah diambil dari kandang, telur tersebut segera dibersihkan. Ada dua cara membersihkan :
1. Membersihkan dengan cara kering Cara ini, telur cukup dilap satu persatu
Dengan kain atau amplas. Pembersihan cara ini lebih disukai dan mudah, tetapi
membutuhkan waktu dan tenaga
2. Membersihkan dengan Cara Basah
Telur dicuci dengan air suam-suam kuku
Untuk mencegah pencemaran bakteri dapat digunakan NaOH 0,35% artinya 35
ml NaOH + 1 liter air
NaOH dapat dibeli diapotik, tiap 1 liter air dapat mencuci 12 butir telur
Untuk melindungi tangan, gunakan sarung tangan.
Masukkan telur yang akan dicuci
Telur yang sudah dicuci segera dikeringkan dan letakkan dalam egg tray
Air pencuci diganti secara berkala untuk mencegah pencemaran
Memilih Telur
Telur yang balk dilihat dari bentuk luarnya adalah :
- Bentuk telur harus normal, yaitu bulat telur
- Telur dalam keadaan bersih
- Kulit Telur rata
- Telur tidak cacat atau retak
Apabila ingin melihat kualitas (mutu) telur lebih jauh dapat dilakukan dengan cara :

1. Meneropong Telur
Dapat menggunakan sinar matahari atau lampu pijar. Telur yang masih segar/ baru akan terlihat :
- rongga udara (ada di Ujung telur) kecil
- kulit telur mulus, pori-pori kerabang kecil
- tidak ada nods di dalam isi telur
- kuning telur di tengah, tidak bebas bergerak
2. Merendam Telur dalam Air
Cara lain untuk mengetahui kualitas telur dapat dilakukan dengan merendamnya
dalam air bersih :
- telur yang busuk akan mengambang
- telur yang melayang dalam air kualitasnya kurang balk
- telur yang baik akan tenggelam
3. Memecahkan Telur
Untuk mengetahui keadaan isi telur, dapat dilakukan pemecahan. Cara ini cocok
dilakukan dalam rumah tangga sebelum telur digunakan.
Caranya adalah telur dipecahkan di atas cawan piring. Telur yang baik akan terlihat :
- permukaan kuning telur tinggi dan bentuknya bulat.
- kuning telur terletak di tengah putih telur
- putih telur kental


4. Mengepak Telur
- Telur yang sudah dipilih kemudian dikemas dalam plastik tipis berbentuk kotak
(banyak dijual di toko plastik)
- Lubangi kotak-kotak tersebut di beberapa tempat untuk sirkulasi udara.
- Masukkan telur-telur yang besarnya seragam ke dalam kotak plastik. Telur
bagian tumpul letakkan di atas.
- Tiap kotak plastik yang kecil dapat berisi 8-10 butir
- Beri label dengan nama peternak atau nama kelompok, kemudian tutup
- Telur ayam slap untuk dipasarkan
5. Menyimpan Telur
Dalam skala rumah tangga telur yang sudah dibeli kadang-kadang tidak
langsung dikonsumsi, tetapi disimpan. Untuk itu perlu diketahui beberapa hal antara lain :
- Menyimpan telur dalam suhu kamar sebaiknya tidak lebih dari 7 hari (sejak
ditelurkan). Telur ditaruh pada egg tray dengan meletakkan telur bagian tumpul
diatas.
- Menyimpan telur dalam lemari es, dapat bertahan sampai 7 minggu. Posisi telur
sama dengan yang ditaruh pada egg tray.
5. Memasarkan Telur
Setelah melalui proses yang begitu lama, akhirnya telur siap untuk dipasarkan.



2.2. DATA
II.a. Kebiasan Masyarakat Dalam memelihara Ayam Buras

Kebisaan yang sering dilakukan dalam beternak ayam buras selalu berkaitan adengan cara pemeliharaannya, karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pemeliharaan ayam buras mengakibatkan seringnya mengalmi kegagalan bahkan kerugin dalam pe4meliharaan ayam tersebut. Pada umumnya pemeliharaan ayam buras sering dilakukan pada masyarakat pedesaan. Karena mereka beranggapanj d\engaqn memelihara ayam buras mereka dapat melangsungkan kehidupannya. Artinya ayam buras dapat dijadikan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Misalnya apabila mereka memiliki kebutuhan yang sangat mendesak, mereka dapat menjual ternak peliharaannya itu kepada orang yang mau membeli ternak meskipun harganya tidak sesuai dengan keinginan peternak atau orang yang menjual ternaknya. Karena kurangnya pengetahuan mereka dalam memelihara ayam buras kadang mereka melakukan kebiasaan-kebiasaan yang dalam aturan beternak ayam buras dianggap tidak benar karena tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.






II.b. Kelemahan Masyarakat dalam Memelihara Ayam Buras
Beternak merupakan sal;ah satu usaha yang menjajikan, haltersebut dapat membuahkan hasil apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh.Beternak yang tradisional banyak dilakukan oleh masyarakat pedesaan.Namun karena kurangnya pengetahuan mereka dalam beternak atau cara pemeliharaa ayam buras yang baik mereka sering melakukan kesalahan – kesalahan yang tidak seharusnya dilakukan.Kesalahan yang sering dilakukan oleh masyarakat dalam memelihara hewan ternak nya yaitu:
1.kandang kurang bibersihkan
2.kandang berada didekat rumah bahkan bisamping rumah atau dikolong rumah.
3.tidak pernah memvaksinasi hewan ternak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar