CHATBOX

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!
Get your own Chat Box! Go Large!
Indonesian Radio Online
http://www.focus.co.id/images/yahoo-icon.png

01 Februari, 2009

Gelobal Warming

GLOBAL WARMING
BAB I
A. Pengertian Global Warming
GLOBAL WARMING adalah pemanasan global yang mengakibatkan semakin menipisnya ozon dibumi sebagai efek dari rumah kaca (gedung yang menggunakan kaca), polusi yang mengandung freon, foam dari hairspray, ataupun logam berat yang dibawa oleh co2 yang mempunyai sifat menghantarkan panas ataupun yang mengikis ozon. bayangkan bumi terdiri dari 3 bagian: 1.paling dasar bumi,2. lapisan tengah adalah ozon,3.teratas adalah sinar matahari.
bila di bumi terdapat rumah kaca yang memantulkan panas sinar matahari maka ozon (yg terletak di lapisan tengah antara bumi dan matahari) menanggung beban ganda yaitu sinar matahari itu sendiri dan pantulan sinar matahari dari bumi yang dipantulkan oleh rumah kaca plus polusi yg merusak ozon. mengakibatkan ozon semakin menipis..
semakin menipisnya ozon akan mengakibatkan bertambah tingginya suhu di bumi (yang disebut global warming) karena ozon yg melindungi bumi dari panas matahari sudah menipis, yg berpotensi akan mengakibatkan mencairnya salju di kutub utara dan selatan..sehingga dikhawatirkan bumi dapat tenggelam oleh salju yang mencair.
kalo udah tenggelam ya sebut aja kiamat..
untuk mencegah hal ini maka gedung2 yg menggunakan atap kaca harus dikurangi dan kita harus beralih ke energi atau bahan yang ramah lingkungan.
B. Terjadinya Global Warning
Gas2 berbahaya seperti freon... CO, CO2 yang berasal dari asap kendaraan, pabrik2 dll akan menyebabkan menipisnya lapisan ozon... sehingga tidak ada lagi filter panas matahari bagi bumi. Gas2 ini akan membentuk suatu lapisan menyerupai awan yang bersifat seperti kaca. Panas matahari dapat masuk tapi tidak dapat keluar lagi alias terperangkap. Sehingga terjadilah global worming
global warming terjadi akibat penipisan ozon yang diakibatkan oleh berbagai sumber contohnya penggunaan air conditioner(AC),polusi udara . akibat penipisan ozon inilah yang mengakibatkan perubahan iklim yang tidak jelas.dan membuat udara semakin panasdan mencairkan es di kutub yang mengakibatkan gelombang pasang yang sering terjadi
Karena tingginya emisi karbon yang dikeluarkan oleh pabrik dan kendaraan bermotor. Ditambah lagi penebangan hutan yang gila2x-an. Sehingga menyebabkan efek rumah kaca (suhu menjadi meningkat).
BAB II
AKIBAT TERJADINYA GLOBAL WARMING
Berbagai penyakit, baik infeksi maupun penyakit menular berpotensi meningkat akibat pengaruh kenaikan suhu bumi atau global warming. Indonesia perlu mewaspadainya.

Sebagai negara tropis Indonesia akan mengalami peningkatan berbagai penyakit seperti malaria, diare, flu burung, sampai penyakit akibat pencemaran lingkungan.
"Peningkatan suhu bumi memiliki dampak terhadap kesehatan penduduk bumi. Dampaknya bisa langsung atau tidak langsung," ungkap guru besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Umar Fahmi Ahmadi.
Umar menyampaikannya dalam diskusi di kantor PB Ikatan Dokter Indonesia, Jl GSSY Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2007).
Menurut Umar, peningkatan suhu bumi disebabkan tiga faktor, yaitu jumlah manusia yang terus bertambah, semakin majunya masyarakat dalam mengkonsumsi energi, serta efek rumah kaca (greenhouse gases effect). Sedangkan, dampak pada kesehatan bisa dirasakan langsung dan tidak langsung
Dampak langsung, yaitu perubahan iklim seperti gelombang panas dan musim dingin yang ekstrim. Gelombang panas dapat membuat jantung berpacu lebih keras guna mendinginkan tubuh yang bisa menyebabkan kematian. "Sebab suhu nyaman bagi manusia sekitar 20 sampai 25 derajat celsius," katanya.
Dampak langsung lainnya, kata dia, peningkatan kasus Asthma serta kanker kulit.

Sementara dampak tidak langsung, lanjut Umar, adanya perubahan penyakit yang ditularkan nyamuk atau vector borne diseases. Hal ini disebabkan perubahan bionomik nyamuk. Misalnya, nyamuk Anopheles, penular malaria yang hidup di atas 15 derajat celsius, dengan peningkatan suhu atau kelembaban suhu, prilakunya akan semakin beringas untuk melakukan perkawinan.
"Biasanya sehabis mengadakan perkawinan, prilaku atau keinginan menggigit manusia atau binatang semakin meningkat juga," ujarnya.
Dijelaskan Umar, nyamuk-nyamuk ini akan bermigrasi ke wilayah yang lebih tinggi atau di negara subtropis, di mana. Suhu 20 hingga 30 derajat Celsius dengan
kelembaban di atas 60 persen merupakan suhu ideal bagi kehidupan nyamuk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar