CHATBOX

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!
Get your own Chat Box! Go Large!
Indonesian Radio Online
http://www.focus.co.id/images/yahoo-icon.png

01 Februari, 2009

Renang

PENDAHULUAN
Latar belakang masalah
Berenang adalah salah satu olahraga yang secara tekstual dianjurkan oleh Nabi. Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,”Ajarilah anak-anak kalian (wahai para orangtua) berenang, menunggang kuda dan memanah.” Dari ketiga olahraga yang disebut oleh Nabi itu, hanya berenanglah yang relatif lebih murah. Dua yang lainnya termasuk olahraga mahal. Betul kan?
Berenang merupakan olahraga yang cukup digemari semua kalangan termasuk anak- anak. Hal itu tak mengherankan mengingat renang bukan saja menyehatkan tapi juga menyenangkan. Segarnya air dan sensasi yang dirasakan saat bergerak di dalam air bisa menjadi ajang melepas kepenatan.
Apalagi, olahraga ini kerap direkomendasikan sebagai olahraga yang bisa dijalani oleh penderita asma, maupun paru-paru. Itu karena, renang sangat membantu otot dada dan paru-paru anak pengidap asma supaya mengembang selanjutnya memperbesar kapasitas paru-paru sekaligus mengeluarkan lender.
Sementara, bagi anak-anak normal, berenang akan menjadikan tubuh mereka lebih bugar dan sehat. Sebab, dalam proses berenang, semua otot di seluruh bagian tubuh akan terlatih termasuk jantung dan paru-paru akan bergerak. Jika tubuh sehat dan bugar, anak akan lebih konsentrasi dalam menjalani rutinitas sehari-hari termasuk konsentrasi belajar.
"Saat berenang, seluruh otot pada anggota tubuh anak akan bergerak dan terlatih. Sehingga, olahraga ini sangat tepat dipilih sebagai latihan agar otot lebih berkembang,"terang dr Fisher Iwan SpRM, dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RS Awal BrosBatam.
Ketika anak berenang, mereka melakukan aktivitas yang lebih dibandingkan jika hanya berendam. Sebab, ketika berenang anak sekaligus melatih pernafasan saat melakukan daya lawan air. Selain itu, kaki dan tangan juga akan terlatih.

Mengenai kapan waktu yang ideal untuk mengajarkan olahraga renang pada anak, dr Fisher menyarankan untuk memulai pelatihan renang setelah anak bisa berdiri sendiri. Sebab, bila anak masih belum begitu kuat berdiri dikhawatirkan terpeleset meskipun dalam pengawasan orangtua."Sebagai langkah penjagaan, orangtua juga bisa membekali anak dengan pelampung sebagai bentuk pengamanan anak dari kemungkinan tenggelam,"jelasnya.
Bukan itu saja, bagi anak yang masih relatif kecil, misalnya berumur satu tahun lebih, sebaiknya dipilih saat-saat di mana air kolam masih belum dingin. Misalnya sore hari menjelang petang yakni saat sinar matahari masih menyinari kolam. Sehingga, anak tidak merasakedinginan.
"Sebelum anak mulai masuk kolam renang, sebaiknya anak juga mengawali aktivitas dengan program pemanasan. Setelahnya perlu juga mengakhiri dengan proses pendinginan. Hal itu penting agar tubuh tidak kaget setelah berenang," saran dr Fisher.
Bila anak ingin belajar berenang di bawah bimbingan instruktur, bisa dilakukan saat anak berusia empat tahun. Sebab, pada usia ini secara mental, anak sudah mampu mempelajari berbagai teknik berenang dan mempraktikkannya. Kemampuan komunikasi dan berpikirnya untuk menyerap berbagai materi dan instruksi dari pelatih renang juga sudah berkembangbaik.
Bukan itu saja, koordinasi otot tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya juga sudah bagus. Begitu juga keterampilan bernapasnya. Kematangan sistem neuromuskular (saraf dan otot) juga bisa mendukung anak agar memulai belajar berenang.
Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah
1. Sejarah renang
2. Teknik-teknik berenang
3. Pengenalan renang pada anak
4. Manfaat pengenalan renang sejak dini
Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk menjelaskan tentang cabang olahraga renang terutama pada usia anak-anak. Makalah ini pun diharapkan bisa menjadi salah satu penyemangat bagi orang tua untuk mendorong anaknya belajar renang.
PEMBAHASAN
Sejarah renang
Mungkin sebagian dari Anda mempunyai hobi berenang. Renang ternyata telah dikenal sejah zaman pra-sejarah. Dari gambar-gambar yang berasal dari zaman batu diketahui adanya gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah barat daya Mesir. Di Jepang, renang adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para samurai. Sejarah mencatat, pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 sebelum Masehi. Pertandingan renang yang memperebutkan gelar juara telah dimulai di Eropa sekitar tahun 1800 dan sebagian besar menggunakan gaya dada.
Renang gaya bebas pertama kali dikenalkan oleh Arthur Trudgen. Gaya ini kemudian mulai dikombinasikan dengan gaya kaki yang menendang oleh Richard Cavill pada 1902. Di abad pertengahan, renang termasuk dalam tujuh kemahiran yang harus dimiliki oleh para ksatria termasuk berenang dengan membawa senjata. Olahraga renang pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade modern 1896 di Athena, Yunani. Pada Olimpiade ini, hanya empat nomor yang dipertandingkan dari rencana semula enam nomor. Masing-masing adalah nomor 100 meter, 500 meter, 1.200 meter, nomor bebas, dan 100 meter bagi para pelaut. Olimpiade kedua diselenggarakan di Paris, Prancis pada 1900 dan mempertandingkan nomor 200 m, 1.000 m, 4.000 m, nomor bebas, 200 m gaya dada, dan 200 m nomor beregu.
Persatuan Renang Internasional (Federation Internationale De Natation De Amateur/FINA) dibentuk tahun 1908 semula menetapkan, gaya kupu-kupu adalah variasi gaya dada. Gaya ini baru menjadi gaya terpisah di tahun 1952. Wanita baru diperkenankan ikut pertandingan renang pada Olimpiade 1912 di Stockholm, Belanda. Itupun baru nomor bebas. Seiring dengan perkembangan olah raga renang renang semakin popular. Penggemar renang semakin bertambah. Bahkan, seringkali anak-anak diajarkan renang pada usia sangat dini.
Teknik-teknik berenang
Tubuh manusia terdiri sebahagian besarnya daripada air dan oleh itu, ia mempunyai ketumpatan yang amat serupa dengan air. Lebih kurang 70% daripada tubuh manusia ialah air. Ketika paru-paru diisi dengan udara, ketumpatan tubuh manusia adalah sedikit kurang daripada ketumpatan air di sekelilingnya. Air akan mengenakan daya keapungan pada tubuh manusia dan oleh itu, mengekalkan keapungan hanya memerlukan sedikit dorongan ke bawah, dengan pergerakan melintang hanya memerlukan sedikit dorongan ke arah yang bertentangan dengan pergerakan yang dikehendaki. Pendorongan ini dilaksanakan dengan menggunakan tangan dan lengan sebagai dayung, dan dengan menendang kaki untuk menolak air dari tubuh (walaupun tendangan hanya menghasilkan agak sedikit pergerakan pada keseluruhannya). Oleh sebab air masin (misalnya, air lautan) adalah lebih tumpat berbanding dengan air tawar (misalnya, kebanyakan kolam renang), tidak banyak usaha diperlukan untuk mengapung di dalam air masin, berbanding dengan air tawar.
Sebilangan gaya renang telah diperkembangkan, berdasarkan pelaksanaan sesetengah atau kesemua prinsip yang berikut:
Torso dan kaki harus dikekalkan dalam kedudukan yang selari dengan permukaan air. Kaki yang jatuh atau torso yang condong meningkatkan seretan secara ketara. Tangan harus didepangkan ke hadapan kepala dengan sebanyak yang mungkin supaya dapat memanjangkan panjang purata garis air dan dengan itu, mempercepatkan pergerakan dengan ketara.
Penyelidikan terkini menunjukkan bahawa daya tangan yang dikenakan pada air sebenarnya dijanakan oleh putaran pinggul, dan bukannya oleh otot lengan. Otot yang menarik lengan di dalam air dipasang seinci dari hujung lengan atas. Dengan lengan sebanyak 21" panjangnya, nisbah tuil ialah 1:20. Ini bermaksud bahawa tarikan otot bahu sebanyak 100 paun hanya menghasilkan 5 paun dayanya di bahagian tangan semasa ia menolak air. Sebaliknya, tork yang dijanakan oleh otot pinggul yang lebih besar dan lebih kuat mengayunkan tangan di dalam air seolah-olah pemain golf atau pemukul bola mengayunkan kayu golf atau kayu pemukul dengan suatu pusingan yang cepat pada pinggulnya. Perenang-perenang elit yang berupaya mencapai suatu tambahan yang sederhana pada pencepatan pinggul mereka akan dapat menambahkan puncak daya tangan sebanyak sekali ganda.
Masa yang dihabiskan pada sisi harus dipanjangkan supaya bahu tidak memecahkan garis air dan mengakibatkan ombak haluan. Ini mengurangkan keratan rentas depan, mengurangkan lagi seretan, serta juga menaikkan nisbah antara panjang and lebar garis air tubuh. Pembaikan yang serupakan boleh dimungkinkan dengan menyebariskan arah kepala, tangan, kaki, dan lengan yang paling sempit ke dalam air. Torso adalah paling penting, berbanding dengan bahagian tubuh yang lain. Pergerakan tangan, lengan, dan kaki dari belakang ke hadapan harus dikekalkan di udara dengan seberapa lama yang mungkin semasa kuak pemulihan. Ketika di dalam air, pergerakan-pergerakan tersebut harus dijajarkan dengan seberapa hidrodinamik yang mungkin kerana anggota yang dikembalikan harus bergerak sekurang-kurangnya dua kali lebih laju berbanding dengan perenang dan di dalam air, akan menjanakan lapan kali seretan (yang meningkat dengan kuasa tiga lajunya), berbanding dengan luas depan torso. Memutarkan bahu juga menambahkan kuasa tarikan dengan menggunakan otot abdomen untuk membantu menarik lengan di dalam air.
"Tangkap" air yang asas tidak sebegitu penting berbanding dengan perkara-perkara di atas. Kebanyakan perenang hanya menangkap air dengan tangan yang rata atau jari-jari yang didepangkan sedikit dan kemudian ditarik dengan lancar pada sepanjang badan. Semua teknik yang tersebut tidak memerlukan kekuatan tambahan. Dengan latihan kekuatan, tangan dan kaki masing-masing boleh dijulurkan dan dilunjurkan lagi ke dalam air untuk menghasilkan lebih banyak dorongan. Untuk mereka yang baru belajar renang, kekuatan yang dinaikkan hanya menghasilkan pembaikan yang kecil jika strategi-strategi di atas (mengurangkan seretan dan memanjangkan garis air) tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna.
Animasi rangka dan dinamik bendalir pengkiraan membenarkan simulasi perenang. Ini membenarkan daya-daya pada sendi dan otot dikira, dan jika simulasi berbilang digunakan, berbagai-bagai gaya atau individu boleh dibandingkan. Melalui grafik komputer atau tangkapan pergerakan, simulasi boleh dibandingkan dengan perenang sebenar. Sedangkan ini menghapuskan banyak keraguan, tekaan masih diperlukan untuk mencipta gaya-gaya yang baru. Merumuskan sebuah buku panduan untuk perenang masih merupakan suatu cabaran kepada para jurulatih renang, dan rasa air masih diperlukan untuk menutup gelung kawalan supaya gaya-gaya renang tidak kemudian menyimpang.
Dasar-dasar gaya renang ada 4 gaya
1. Gaya dada
Perenang meletakkan kaki dan tangan didalam air. kedua tangan digerakkan bersama-sama dengan gerakan melingkar, dan merentang keluar kedepan perenang kemudian diteruskan ke-air dan kembali ke bawah dagu. Dan pada waktu yang sama, perenang itu menendang dengan kaki mereka seperti kodok.
2. Gaya bebas
Gaya bebas adalah gaya yang paling cepat. Didalam gaya bebas, satu tangan melewati kepala perenang itu dan yang lainnya mendorong melalui air. Pada waktu bersamaan, kaki perenang bergerak keatas dan kebawah dengan cepat.
3. Gaya punggung
Perenang harus tetap berada pada posisi membelakangi air setiap saat, kecuali ketika memutar. kaki bertindak seperti gaya bebas. Tangan bergerak satu persatu secara beraturan dengan gerakan melingkar melewati kepala perenang tersebut dan kemudian diteruskan keair.
4. Gaya kupu-kupu
Gaya kupu-kupu adalah gaya yang paling susah dikuasai. Perenang mengayunkan tangannya melewati atas air dan kemudian tarik kebawah melalui air. Pada waktu bersamaan, perenang tersebut perlu menggerakkan kaki mereka seperti tendangan lumba-lumba, menyamai kedua kaki untuk bergerak naik dan turun bersama-sama.
Pengenalan renang pada anak
Sejak bayi sebenarnya seorang anak sudah dapat diajarkan berenang, sebab saat di dalam kandungan, seorang bayi telah terbiasa berada di dalam cairan selama 9 bulan. Dalam cairan ketuban, seorang bayi akan merasa nyaman dan hangat. Karena itu sejak lahir, si kecil telah memiliki kemampuan instingtif untuk bergerak di bawah air dan tidak takut saat berada di dalam air.
Pada usia sekitar empat bulan, seorang bayi telah punya 'reflek menyelam' yang mencegahnya menelan air saat berada di dalam air. Itu sebabnya, di usia ini si kecil akan sangat mudah untuk dilatih berenang. Tapi setelah otaknya berfungsi dengan baik, reflek ini akan berangsur menghilang, sehingga mau tak mau ia harus kembali belajar menahan napas di dalam air.
Untuk memulai belajar berenang, sebaiknya orangtua memperkenalkan si kecil lebih dulu dengan bermain di bak kamar mandi atau di kolam plastik. Pastikan air yang digunakan cukup hangat, yaitu minimal 33 derajat celcius, sehingga ia tidak kedinginan. Kolam renang kecil ini, akan membantunya memperkenalkan sensasi berada di dalam air. Merasakan bagaimana tubuhnya berada di air, sebelum ia diperkenalkan dengan kolam renang sungguhan.

Memperkenalkan olah raga renang, harus dilakukan secara bertahap, yaitu:
1. Mulailah dengan mengajak si kecil bermain-main di pinggir kolam terlebih dulu, misalnya.dengan memukul-mukul air. Bila ia terlihat takut terkena cipratan air, jangan dipaksakan.
2. Buatlah suasana yang menyenangkan saat bermain di dalam air, sehingga keberaniannya terbentuk. Sesekali biarkan air kolam terpercik ke wajahnya.
3. Bila si kecil sudah terlihat lebih berani, gendong ia dan masukkan ke dalam kolam. Biarkan
sementara waktu hingga ia merasa aman dan tetap berada di dekat Anda.
4. Pukul-pukullah permukaan kolam untuk mengajaknya bermain, atau ajak ia bernyanyi
bersama sehingga ia lebih santai dan merasa senang. Ikuti dengan berbagai gerakan di air, sambil bernyanyiatau bermain di dalam kolam.

5. Apabila kepercayaan dirinya telah tumbuh, ajak ia bermain pura-pura menjadi pesawat.
Caranya dengan menengkurapkan si kecil dengan menyangga badannya di telapak tangan
kiri Anda, sementara perut dan kakinya disangga dengan telapak kanan Anda.Tekukkan
kedua siku lengan, sehingga tubuhnya dekat dengan tubuh Anda dan ia merasa aman.
Setelah itu katakan, "Asyik, pesawatnya bisa terbang...."
6. Secara perlahan-lahan, rentangkan kedua lengan Anda. Seolah-olah ia melayang sendiri di atas air. Dalam posisi ini, ia akan merasakan tekanan dari air. Mintalah ia membentangkan kedua tangannya, katakan, "Wah, pesawatnya terbang jauh."
7. Sebagai variasi, telentangkan si kecil di atas air. Sangga bokong dan punggung dengan
telapak tangan kiri, sementara sangga leher telapak tangan kanan. Biarkan ia tidur-tiduran
selama beberapa waktu. Secara perlahan-lahan, lepaskan telapak tangan Anda yang
menyangga bokong dan punggungnya. Dalam posisi ini, si kecil akan merasakan nikmatnya melayang di atas air.
8. Jika ia sudah mulai pintar melayang di air, barulah Anda pegang kedua tangannya sambil Anda berjalan mundur. Jika ini sudah bisa dilakukannya dengan piawai, lepaskan si kecil dan biarlah dia berenang sendiri.
Pada usia 4 tahun diyakini sebagai masa emas untuk belajar berenang karena kecepatannya beradaptasi dengan air terlihat efektif di usia ini. Dalam beberapa kali sesi belajar saja ia sudah tampak seperti Deni manusia ikan, alasannya:
• Secara mental, anak sudah mampu mempelajari berbagai teknik berenang dan mempraktikkannya. Kemampuan komunikasi dan berpikirnya untuk menyerap berbagai materi dan instruksi dari pelatih renang juga sudah berkembang baik.
• Koordinasi otot tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya sudah bagus. Keterampilan bernapasnya pun oke. Si prasekolah sudah bisa mengatur napasnya kala berenang, kapan menghirup dan mengembuskan napasnya saat dibutuhkan.
• Sistem neuromuskular (saraf dan otot) sudah matang. Penting diingat, semua gerakan otot dikoordinasikan oleh saraf-saraf di otak. Matangnya saraf-saraf di otak ini sangat berpengaruh pada kemampuan koordinasi dan motorik anak.
Agar bisa menguasai teknik berenang yang baik, orangtua perlu membimbingnya dengan benar. Jika merasa diri tidak mampu, datanglah ke instruktur profesional dan berpengalaman. Bisa berenang saja tidak cukup kalau mengharapkan hasil yang optimal. Sedangkan instruktur profesional memiliki materi yang diajarkan secara bertahap. Jika satu tahapan sudah dikuasai, maka akan dilanjutkan ke tahapan berikutnya. "Ibarat belajar berjalan, tahapan itu harus dilalui dengan benar, tidak bisa loncat-loncat," ujar Dr. Nani Cahyani, Sp.KO.
Jika terjadi sesuatu pada anak, mereka juga sudah tahu apa yang dilakukan. Ini sangat penting, karena meski sudah diawasi dan didampingi, risiko celaka di kolam renang tetap ada. "Jika yang menanganinya tidak profesional, dikhawatirkan pertolongan lambat dilakukan. Nyawa atau kesehatan anak pun terancam."
Tahapan-tahapan belajar renang berikut ini:
1. Beradaptasi dengan air
Anak harus dibiasakan bernapas dengan mulut bukan hidung saat di dalam air. Anak berdiri di pinggir kolam lalu membuat gerakan turun naik. Beberapa saat menyelam dan mengembuskan napas, lalu kembali ke permukaan untuk mengambil oksigen. Dilakukan berulang-ulang hingga anak terbiasa.
2. Latihan gerakan kaki bebas
Untuk pemula menggunakan pelampung dan kaki katak. Posisi tengkurap dan badan anak dipegangi. Anak memegang pelampung di depan kepala untuk mencegah tenggelam, sementara kaki katak membuat dorongan kuat saat berenang. Itu dilakukan terus-menerus hingga anak terampil melakukan gerakan kaki bebas. Gerakan kaki bebas yang bagus ditandai dengan kuatnya gerakan, keseimbangan dalam air, dan luncuran yang terarah. Jika gerakan ini sudah dikuasai dan teknik bernapasnya juga bagus, maka anak mulai tidak dipegangi. Sambil diawasi, anak diminta meluncur dari sudut satu ke sudut lainnya. Begitu seterusnya hingga anak benar-benar bisa.
3. Selanjutnya anak belajar membuat gerakan tangan.
Belajar renang dengan gaya yaitu gaya bebas dan gaya dada (gaya katak). Biasanya, jika gaya bebas sudah dikuasai, maka gaya-gaya lainnya bisa dipelajari dengan lebih cepat. Waktu yang dibutuhkan untuk menguasai gerakan dasar (meluncur) dan gaya-gaya lainnya sekitar 1-1,5 tahun dengan frekuensi latihan sekitar 2 kali seminggu. Penguasaan cara berenang tergantung pada kesungguhan anak, daya tangkap, kemampuan fisik, dan kemauan menjalankan instruksi.

Perhatian lebih yang sebaiknya diberikan pada anak:
1. Awasi selalu saat anak berenang. Meskipun si kecil sudah terlihat lihai berenang dengan berbagai gaya di kolam renang, jangan ada satu detik pun yang terlewat untuk mengawasinya karena bisa saja ia tiba-tiba kram dan tenggelam.
2. Jangan sekali-kali berenang dalam keadaan perut kosong karena akan menghilangkan banyak panas tubuh. Makanlah 1-2 jam sebelum renang sehingga cadangan energi tercukupi. Berenang kala perut terlalu kenyang juga tidaklah baik karena saat itu otot lambung tengah bekerja dan dapat mengalami kram jika diajak melakukan gerakan-gerakan yang keras.
3. Sengatan matahari bisa membakar kulit. Bentengi kulit anak dengan krim anti-UV dan pelembap untuk melindungi kulit dari iritasi akibat kaporit.
4. Gunakan perlengkapan renang yang layak seperti baju renang yang pas melekat di tubuh, kacamata renang, dan kalau perlu penutup kepala.
5. Mandikan anak seusai berenang untuk membersihkan kuman dan senyawa seperti kaporit.
6. Jangan paksa anak berenang jika kondisinya tidak fit atau sedang sakit, meski sakitnya ringan.
Manfaat renang bagi anak-anak
Adapun manfaat renang bagi anak-anak
1. Tambah bugar
Berenang melibatkan semua otot di seluruh bagian tubuh. Semua organ vital, seperti jantung dan paru-paru ikut terlatih. Ini sangat menyehatkan dan membuat tubuh bertambah bugar. Daya tahan tubuh anak pun meningkat. Kondisi yang baik ini tentu akan menambah semangat belajar dan ia pun jadi tidak gampang sakit. Manfaat ini bisa dirasakan jika frekuensi olahraga disesuaikan dengan kemampuan anak. Artinya kalau berlebihan pun, olahraga justru membuat daya tahan tubuh anak merosot. Frekuensi berenang yang baik sekitar 1-2 kali seminggu, sedangkan khusus untuk prestasi (anak berminat menjadi atlet) frekuensi bisa ditambah secara bertahap.
Kondisi anak pengidap asma akan sangat terbantu jika melakukan renang dengan teratur. Renang membuat otot dada dan paru-paru mengembang yang membuat kapasitasnya makin besar. Manfaat renang juga bisa dirasakan penderita epilepsi dan gangguan konsentrasi. Berkonsultasi ke dokter sebelum mengajak anak dengan gangguan tertentu berenang tentu amat bijak.
2. Atasi obesitas
Berenang sangat efektif membakar lemak. Berdasarkan penelitian, sekitar 25% kalori bisa terbakar dengan berenang. Ini tentu sangat membantu anak-anak yang mengalami obesitas disamping perlunya pengaturan pola makan. Jika asupan ma-kanan tidak diatur, mungkin saja olahraga ini tidak jadi melangsingkan sebab olahraga berenang memicu rasa lapar.
3. Kepercayaan diri
Anak sangat senang jika memiliki keterampilan baru, termasuk berenang. Ini sangat baik untuk memupuk kepercayaan dirinya.
Jika dilakukan secara rutin, berenang akan memberikan manfaat yang cukup banyak bagi tubuh. Bukan saja kebugaran, penjagaan stamina hingga terapi terhadap penyakit tertentu. Hanya saja, mengingat aktivitas fisik ini membutuhkan tenaga yang cukup besar, orangtua tidak boleh terlalu memaksa anak untuk menjalani olahraga ini melebihi kemampuan anak. Sebab, hal tersebut justru akan menimbulkan rasa lelah yang berujung pada penurunan daya tahan tubuh.Misalnya hanya dilakukan satu sampai dua kali dalam seminggu. Sedangkan untuk mencapai prestasi tertentu yakni bila anak berminat menjadi atlet, frekuensi bisa ditambah secara bertahap.Selain membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, berenang secara rutin juga bisa menjadi cara yang efektif membakar lemak untuk mengatasi kegemukan. Sehingga, renang dapat dijadikan cara menurunkan berat badan anak yang mengakami obesitas.
Namun, mengingat aktivitas berenang akan memunculkan rasa lapar setelahnya, orangtua harus turut mengatur pola makan anak sehingga tidak lepas kontrol. Sebab, jika anak dibiarkan menyantap makanan secara berlebihan usai berenang justru membuat anak lebih gemuk. Hal lain yang tak kalah penting dijadikan alasan kenapa berenang penting diajarkan pada anak adalah untuk memupuk rasa kepercayaan diri anak. Sebab, ketrampilan baru yang dimiliki anak sudah pasti akan membuat anak bangga ketika berada di tengah pergaulan

PENUTUP
Kesimpulan yang bisa diambil dari penjelasan tersebut adalah
• Olahraga renang adalah olahraga yang menyenangkan terutama bigi ank-anak bila dalam pembelajarannya menerapkan system yang fleksibel, tidak serius
• Renang dapat membantu pertumbuhan anak
• Bagi anak-anak harus lebih banyak dibantu oleh orang dewasa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar