CHATBOX

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!
Get your own Chat Box! Go Large!
Indonesian Radio Online
http://www.focus.co.id/images/yahoo-icon.png

01 Februari, 2009

Parmasi 2

ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK KONSUMEN DENGAN ATRIBUT MARKETING MIX PADA MINIMARKET MOHAN SURAKARTA
Tunjungsari, Jilly Paramitha (2008) ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK KONSUMEN DENGAN ATRIBUT MARKETING MIX PADA MINIMARKET MOHAN SURAKARTA. Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan karakteristik konsumen (umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan) dengan atribut marketing mix (produk, harga, distribusi, promosi) dalam memutuskan pembelian pada minimarket Mohan Surakarta dan mengetahui karakteristik konsumen dan atribut marketing mix yang mempunyai hubungan paling kuat dalam memutuskan pembelian pada minimarket Mohan Surakarta. Sehingga dari hasil penelitian diharapkan menjadi pertimbangan bagi perusahaan dalam mengambil strategi pemasaran yang tepat dalam menghadapi persaingan, khususnya yang berkaitan dengan perilaku konsumen dan dipakai oleh pihak lain sebagai tambahan pengetahuan bagi pihak lain yang ingin mengetahui dan mempelajari masalah perilaku (sikap) konsumen terhadap marketing mix. Penelitian ini merupakan penelitian survey terhadap konsumen minimarket Mohan Surakarta dengan menggunakan alat analisis korelasi. Populasi dalam penelitian adalah seluruh obyek yang telah atau hendak melakukan keputusan pembelian di minimarket Mohan Surakarta, sedangkan besarnya sampel yang diharapkan dapat mewakili populasi ideal adalah sebesar 100 responden yang teknik pengambilan sampelnya menggunakan convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik konseumen mempunyai hubungan yang positif dengan atribut marketing mix dalam keputusan pembelian. Untuk hubungan antara usia dengan produk diperoleh thitung = 3,967 > 1,660; untuk hubungan antara usia dengan harga diperoleh nilai thitung = 3,034 > 1,660; untuk hubungan antara variabel usia dengan distribusi diperoleh nilai thitung = 2,932 > 1,660 dan untuk hubungan antara variabel usia dengan promosi diperoleh nilai thitung = 1,563 < 1,660. Hal ini menunjukkan bahwa usia mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan produk, harga, distribusi dan promosi. Untuk hubungan antara variabel pendidikan dengan produk diperoleh nilai thitung = 2,798 > 1,660; untuk hubungan antara variabel pendidikan dengan harga diperoleh nilai thitung = 3,251 > 1,660; untuk hubungan antara variabel pendidikan dengan distribusi diperoleh nilai thitung = 2,578 > 1,660. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan produk, harga dan distribusi. Sementara untuk hubungan antara variabel pendidikan dengan promosi diperoleh nilai thitung = 1,166 < 1,660; sehingga pendidikan tidak mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap promosi. Untuk hubungan antara variabel pekerjaan dengan produk diperoleh nilai thitung = 3,170 > 1,660; untuk hubungan antara variabel pekerjaan dengan harga diperoleh nilai thitung = 2,754 > 1,660; untuk hubungan antara variabel pekerjaan dengan distribusi diperoleh nilai thitung = 2,084 > 1,660 dan untuk hubungan antara variabel pekerjaan dengan promosi diperoleh nilai thitung = 2,254 > 1,660. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan produk, harga, distribusi dan promosi. Untuk hubungan antara variabel pendapatan dengan produk diperoleh nilai thitung = 4,974 > 1,660; untuk hubungan antara variabel pendapatan dengan harga diperoleh nilai thitung = 2,754 > 1,660; untuk hubungan antara variabel pendapatan dengan promosi diperoleh nilai thitung = 2,169 > 1,660. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan produk, harga dan promosi. Sementara untuk hubungan antara variabel pendapatan dengan distribusi diperoleh nilai thitung = 1,116 < 1,660; sehingga pendapatan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan distribusi dalam melakukan keputusan pembelian. Hubungan antara pendapatan dengan produk merupakan faktor yang paling kuat dalam mempengaruhi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian di Minimarket Mohan Surakarta.


Pada pemasaran konvensional dikenal bauran pemasaran (marketing mix) 4 P, yaitu Product, Promotion, Price, dan Place.

Keempat P tersebut menggambarkan bagaimana suatu produk (termasuk jasa) sampai ketangan konsumen, produk dibuat untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, promosi dilakukan agar produk dikenal oleh konsumen, produk harus diberi harga yang layak, dan ada tempat agar konsumen dapat memperolehnya. Begitu juga dalam E-Marketing dikenal 5 P, yaitu Product, Promotion, Process, Presentation, dan Personalization.

Kedua konsep tersebut masih ada persamaanya terletak pada Product dan Promotion. Hal ini menyiratkan bahwa ada produk yang ditawarkan kepada konsumen dan membutuhkan komunikasi agar pesan-pesan mengenai produk dapat diterima oleh konsumen.

Toko online tidak perlu kebijakan harga karena harga sudah ditetapkan oleh tangan pertama (lebih murah dari toko konvensional), tidak perlu gudang karena stok produk ada digudang pabrik/distributor (afiliasi). Perbedaan yang nyata terletak pada Process, Presentation, dan Personalization.

Proses menggambarkan bahwa toko online memajang produknya pada situs web dimana pengujung (calon pembeli) dapat memilih produk yang diinginkannya dengan harga yang sudah tercantum serta ongkos kirim (jika ada) kemudian memasukannya ke dalam keranjang belanja (add cart).

Cara pembayaran dapat dilakukan dengan kartu kridit, debet tabungan, atau tranfer bank. Produk yang dibeli akan dikirim apabila transaksi sudah tercatat pada sistem toko online. Presentasi yang menarik dari situs web (teks, gambar, suara, video) akan memberikan citra yang positif bagi para pengunjung dan diharapkan mereka mau berlama-lama untuk mencari informasi.

Dan P yang terakhir adalah personalisasi, dimana perusahan melayani ke semua pelanggannya secara unik dengan melakukan pembedaan (difrensiasi) atau istilahnya one-to-one. Pelayanan yang bersifat pribadi akan memberikan perhatian yang lebih mengena dibandingkan pelayanan secara masal.

Tabel 1 : Pergeseran Bauran Pemasaran
No. Bauran Pergeseran
1 4-P Product, Promotion, Price, dan Place
2 5-P Product, Promotion, Process, Presentation, dan Personalization
3 2P + 2C+ 3S Personalization, Privacy, Customer Service, Community, Site, Security, Sales Promotion
Perubahan atau pergeseran paradigma dalam E-Marketing memberikan keunikan dan karakteristik dengan bauran yang saling melengkapi untuk membangun pasar online yang lebih terarah.
Paradigma baru dalam bauran E-Marketing dirumuskan menjadi 2P + 2C+ 3S, yaitu :
Personalization : Pelayanan yang bersifat pribadi akan memberikan perhatian yang lebih mengena dibandingkan pelayanan secara masal,
Privacy : perusahan harus melindungi kerahasian data pribadi pelanggan dari orang-orang yang tidak bertanggun jawab,
Customer Service : aktifitas penting yang dibutuhkan dalam mendukung fungsi pelayanan atau transaksi terhadap pelanggan atau calon pelanggan,
Community : membangun komunitas dalam jaringan para pelanggan dimana mereka saling berinteraksi merupakan suatu yang penting dalam bisnis,
Site : Istilah yang popular adalah website, merupakan lokasi maya dalam media digital dimana para pelanggan atau pengunjung dapat mengunjunginya setiap waktu dan dari segala tempat,
Security, Keamaman merupakan fungsi yang penting untuk meindungi data pelanggan yang disimpan termasuk sistem dari gangguan pihak yang tidak berkepetingan,
Sales Promotion, lazim digunakan dalam pemasaran konvensional merupakan sarana komunikasi yang baik untuk meraih jumlah taget penjualan.






















Teknik pengambilan sampelnyamenggunakan convenience smpling. Hasil penelitian mennunjukan bahwa karakterristik konsumen mempunyai hubungan yang positif dengan atribut marketing mix dalam keputusan pembelian. Untuk hubungan antara usia dengan produk diperoleh thitung =3,967>1,660; untuk hubungan antara usia dengan harga diperoleh nilai thitung = 3,034> 1,660; untuk hubingan antara variabel usia dengan distribusi diperoleh nilai thitung =2,932 > 1,660; dan untuk hubungan antara variabel usia dengan promosi diperoleh nilai thitung = 1,563<1,660; hal ini menunjukan bahwa usia mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan produk,harga,distribusi dan promosi.untuk hubungan antara variabel pendidikan dengan produk diperoleh nilai thitung = 2,798>1,660; untuk hubungan antara variabel pendidikan dengan harga di peroleh nilai thitung = 3,251>1,660; untuk hubungan antara variabel pendidikan dengan distribusi di peroleh nilai thitung =2,578>1,660. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan produk,harga dan distribusi. Sementara untuk hubungan antara variabel pendidikan dengan promosi diperoleh nilai thitung = 1,166<1,660; sehingga pendidikan tidak mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap promosi. Untuk hubungan antara variabel pekerjaan dengan produk diperoleh nilai thitung = 3,170>1,660; untuk hubungan antara variabel pekerjaan dengan harga di peroleh nilai thtung = 2,754>1,660; untuk hubungan antara variabel pekerjaan dengan distribusi di peroleh nilai thitung = 2,084>1,660; dan untuk hubungan antara variabel pekerjaan dengan promosi di peroleh nilai thitung = 2,254>1,660. hal ini menunjukan bahwa pekerjaan mempunyai hubungan yang positif dan signifikan denga produk,harga ,distribusi dan promosi. Untuk hubungan antara variabel pendapatan dengan produk diperoleh nilai thitung = 4,974>1,660; untuk hubungan antara variabel pendapatan dengan harga diperoleh nilai thitung = 2,754>1,660; untuk hubungan antara variabel pendapatan dengan promosi di peroleh nilai thitung = 2,169>1,660. hal ini menunjukan bahwa pendapatan mempunyai hubungan yang positif dan signivikan dengan produk,harga dan promosi . sementara untuk hubungan antara variabel pendapatan dengan distribusi diperoleh nilai thitung =1,116<

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar