CHATBOX

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!
Get your own Chat Box! Go Large!
Indonesian Radio Online
http://www.focus.co.id/images/yahoo-icon.png

01 Februari, 2009

Parmasi

Marketing Mix (Pemasaran)

1. PENGERTIAN


Pemasaran adalah sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Jadi, segala kegiatan dalam hubungannya dalam pemuasan kebutuhan dan keinginan manusia merupakan bagian dari konsep pemasaran. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.

semua pemasar sudah tahu yang namanya marketing-mix.

Marketing-mix ini memang "makanan" sehari-hari para pemasar. Bahkan
bagi banyak praktisi pemasaran, marketing-mix inilah yang dianggap
sebagai konsep marketing secara keseluruhan. Marketing-mix sering
dipahami sebagai prinsip marketing yang lengkap.


Namun bagi saya, marketing-mix hanyalah sebuah elemen dari Taktik
Pemasaran selain Diferensiasi dan Selling. Marketing-mix ini ibaratnya
merupakan "puncak dari sebuah gunung es", bagian yang paling terlihat
dari aktivitas sebuah perusahaan di pasar.

Istilah marketing-mix sendiri pertama kalinya dikemukakan oleh Neil
Borden, profesor dari Harvard Business School, dalam pidatonya di
American Marketing Association (AMA) pada tahun 1953. Setelah itu,
pada akhir 1950-an, Prof. Jerome McCarthy dari Michigan University
mengklasifikasikan marketing-mix ini menjadi product, price, place,
dan promotion. Karena itulah, marketing-mix ini sering disebut juga
sebagai 4P.

Dalam pemasaran terdapat empat prinsip dasar yang terdiri 4 P
• Product (produk)
• Price (harga)
• Place (tempat) -edit = termasuk di dalamnya adalah distribusi.
• Promotion (promosi)

Metode ini yang dikenal dengan Bauran Pemasaran (Marketing Mix).

Dalam perkembangannya, untuk layanan jasa dikenal juga istilah 7 P dimana 4 P pertama adalah Product, Price, Place, dan Promotion. Untuk 3 P yang selanjutnya adalah Bukti Fisik (Physical Evidence), Proses (Process) dan Orang (People).

Pemasaran lebih dipandang sebagai seni daripada ilmu, maka seorang ahli pemasaran tergantung lebih banyak pada ketrampilan pertimbangan dalam membuat kebijakan daripada berorientasi pada ilmu tertentu.



Pandangan ahli ekonomi terhadap pemasaran adalah dalam menciptakan waktu, tempat dimana produk diperlukan atau diinginkan lalu menyerahkan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen (konsep pemasaran).

Metode pemasaran klasik seperti 4P di atas berlaku juga untuk
pemasaran internet, meskipun di internet pemasaran dilakukan dengan banyak metode lain yang sangat sulit diimplementasikan diluar dunia internet

Pada pemasaran konvensional dikenal bauran pemasaran (marketing mix) 4 P, yaitu Product, Promotion, Price, dan Place.

Keempat P tersebut menggambarkan bagaimana suatu produk (termasuk jasa) sampai ketangan konsumen, produk dibuat untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, promosi dilakukan agar produk dikenal oleh konsumen, produk harus diberi harga yang layak, dan ada tempat agar konsumen dapat memperolehnya. Begitu juga dalam E-Marketing dikenal 5 P, yaitu Product, Promotion, Process, Presentation, dan Personalization.

Kedua konsep tersebut masih ada persamaanya terletak pada Product dan Promotion. Hal ini menyiratkan bahwa ada produk yang ditawarkan kepada konsumen dan membutuhkan komunikasi agar pesan-pesan mengenai produk dapat diterima oleh konsumen.

Toko online tidak perlu kebijakan harga karena harga sudah ditetapkan oleh tangan pertama (lebih murah dari toko konvensional), tidak perlu gudang karena stok produk ada digudang pabrik/distributor (afiliasi). Perbedaan yang nyata terletak pada Process, Presentation, dan Personalization.

Proses menggambarkan bahwa toko online memajang produknya pada situs web dimana pengujung (calon pembeli) dapat memilih produk yang




diinginkannya dengan harga yang sudah tercantum serta ongkos kirim (jika ada) kemudian memasukannya ke dalam keranjang belanja (add cart).

Cara pembayaran dapat dilakukan dengan kartu kridit, debet tabungan, atau tranfer bank. Produk yang dibeli akan dikirim apabila transaksi sudah tercatat pada sistem toko online. Presentasi yang menarik dari situs web (teks, gambar, suara, video) akan memberikan citra yang positif bagi para pengunjung dan diharapkan mereka mau berlama-lama untuk mencari informasi.

Dan P yang terakhir adalah personalisasi, dimana perusahan melayani ke semua pelanggannya secara unik dengan melakukan pembedaan (difrensiasi) atau istilahnya one-to-one. Pelayanan yang bersifat pribadi akan memberikan perhatian yang lebih mengena dibandingkan pelayanan secara masal.


Tabel 1 : Pergeseran Bauran Pemasaran
No. Bauran Pergeseran
1 4-P Product, Promotion, Price, dan Place
2 5-P Product, Promotion, Process, Presentation, dan Personalization
3 2P + 2C+ 3S Personalization, Privacy, Customer Service, Community, Site, Security, Sales Promotion

Perubahan atau pergeseran paradigma dalam E-Marketing memberikan keunikan dan karakteristik dengan bauran yang saling melengkapi untuk membangun pasar online yang lebih terarah.








Paradigma baru dalam bauran E-Marketing dirumuskan menjadi 2P + 2C+ 3S, yaitu:

Personalization : Pelayanan yang bersifat pribadi akan memberikan perhatian yang lebih mengena dibandingkan pelayanan secara masal,

Privacy : perusahan harus melindungi kerahasian data pribadi pelanggan dari orang-orang yang tidak bertanggun jawab,

Customer Service : aktifitas penting yang dibutuhkan dalam mendukung fungsi pelayanan atau transaksi terhadap pelanggan atau calon pelanggan,

Community : membangun komunitas dalam jaringan para pelanggan dimana mereka saling berinteraksi merupakan suatu yang penting dalam bisnis,

Site : Istilah yang popular adalah website, merupakan lokasi maya dalam media digital dimana para pelanggan atau pengunjung dapat mengunjunginya setiap waktu dan dari segala tempat,

Security, Keamaman merupakan fungsi yang penting untuk meindungi data pelanggan yang disimpan termasuk sistem dari gangguan pihak yang tidak berkepetingan,

Sales Promotion, lazim digunakan dalam pemasaran konvensional merupakan sarana komunikasi yang baik untuk meraih jumlah taget penjualan.









CONTOH :

ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK KONSUMEN DENGAN ATRIBUT MARKETING MIX PADA MINIMARKET MOHAN SURAKARTA

Tunjungsari, Jilly Paramitha (2008) ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK KONSUMEN DENGAN ATRIBUT MARKETING MIX PADA MINIMARKET MOHAN SURAKARTA. Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.


Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan karakteristik konsumen (umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan) dengan atribut marketing mix (produk, harga, distribusi, promosi) dalam memutuskan pembelian pada minimarket Mohan Surakarta dan mengetahui karakteristik konsumen dan atribut marketing mix yang mempunyai hubungan paling kuat dalam memutuskan pembelian pada minimarket Mohan Surakarta. Sehingga dari hasil penelitian diharapkan menjadi pertimbangan bagi perusahaan dalam mengambil strategi pemasaran yang tepat dalam menghadapi persaingan, khususnya yang berkaitan dengan perilaku konsumen dan dipakai oleh pihak lain sebagai tambahan pengetahuan bagi pihak lain yang ingin mengetahui dan mempelajari masalah perilaku (sikap) konsumen terhadap marketing mix. Penelitian ini merupakan penelitian survey terhadap konsumen minimarket Mohan Surakarta dengan menggunakan alat analisis korelasi. Populasi dalam penelitian adalah seluruh obyek yang telah atau hendak melakukan keputusan pembelian di minimarket Mohan Surakarta, sedangkan besarnya sampel yang diharapkan dapat mewakili populasi ideal adalah sebesar100 responden yang



teknik pengambilan sampelnya menggunakan convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik konseumen mempunyai hubungan yang positif dengan atribut marketing mix dalam keputusan pembelian. Untuk hubungan antara usia dengan produk diperoleh thitung = 3,967 > 1,660; untuk hubungan antara usia dengan harga diperoleh nilai thitung = 3,034 > 1,660; untuk hubungan antara variabel usia dengan distribusi diperoleh nilai thitung = 2,932 > 1,660 dan untuk hubungan antara variabel usia dengan promosi diperoleh nilai thitung = 1,563 < 1,660. Hal ini menunjukkan bahwa usia mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan produk, harga, distribusi dan promosi. Untuk hubungan antara variabel pendidikan dengan produk diperoleh nilai thitung = 2,798 > 1,660; untuk hubungan antara variabel pendidikan dengan harga diperoleh nilai thitung = 3,251 > 1,660; untuk hubungan antara variabel pendidikan dengan distribusi diperoleh nilai thitung = 2,578 > 1,660. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan produk, harga dan distribusi. Sementara untuk hubungan antara variabel pendidikan dengan promosi diperoleh nilai thitung = 1,166 < 1,660; sehingga pendidikan tidak mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap promosi. Untuk hubungan antara variabel pekerjaan dengan produk diperoleh nilai thitung = 3,170 > 1,660; untuk hubungan antara variabel pekerjaan dengan harga diperoleh nilai thitung = 2,754 > 1,660; untuk hubungan antara variabel pekerjaan dengan distribusi diperoleh nilai thitung = 2,084 > 1,660 dan untuk hubungan antara variabel pekerjaan dengan promosi diperoleh nilai thitung = 2,254 > 1,660. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan produk, harga, distribusi dan promosi. Untuk hubungan antara variabel pendapatan dengan produk diperoleh nilai thitung = 4,974 > 1,660; untuk hubungan antara variabel pendapatan dengan harga diperoleh nilai thitung = 2,754 > 1,660; untuk hubungan antara variabel pendapatan dengan promosi diperoleh nilai thitung = 2,169 > 1,660. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan produk, harga dan promosi. Sementara untuk hubungan antara variabel pendapatan dengan distribusi diperoleh nilai thitung = 1,116 <



1,660; sehingga pendapatan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan distribusi dalam melakukan keputusan pembelian. Hubungan antara pendapatan dengan produk merupakan faktor yang paling kuat dalam mempengaruhi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian di Minimarket Mohan Surakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar